Tesco dan Carrefour Bentuk Aliansi Strategis Demi Penghematan

Selasa, 03 Juli 2018 - 14:03 WIB
Tesco dan Carrefour...
Tesco dan Carrefour Bentuk Aliansi Strategis Demi Penghematan
A A A
CHESHUNT - Perusahaan ritel asal Inggris, Tesco mengatakan sedang merencanakan untuk membentuk aliansi strategi dengan raksasa ritel dari Prancis yakni Carrefour. Keduanya coba menggabungkan daya beli guna memangkas biaya pengeluaran serta menawarkan harga yang lebih rendah kepada pelanggan.

Keduanya merencanakan "hubungan strategis" ketika berurusan dengan pemasok global, dan ikatan itu juga berarti berbagi produk dengan brand mereka sendiri. Langkah ini dilakukan setelah ritel menghadapi iklim bisnis yang semakin kompetitif.

Seperti dilansir BBC, Selasa (3/7/2018) Tesco merupakan jaringan supermarket terbesar di Inggris dan sementara Carrefour adalah yang terbesar di Eropa. Tahun lalu, Tesco yang mempekerjakan 440.000 orang melaporkan laba sebesar 1,3 miliar pounds dengan penjualan mencapai 57,5 miliar pounds.

Sedangkan Carrefour mengoperasikan 12.300 gerai di lebih dari 30 negara, dengan jumlah pekerja hingga sekitar 375.000 orang di seluruh dunia. Tahun lalu, penjualannya mencapai 88.2 miliar euro atau setara 78 miliar pounds.

Kedua perusahaan dikabarkan telah membuka komunikasi selama dua tahun dan, meskipun belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani. Keduanya mengatakan berharap dapat segera mengkonfirmasi kesepakatan dalam dua bulan ke depan.

"Dengan bekerja sama dan memanfaatkan keunggulan produk dan kemampuan sumber kolektif. Kami akan dapat melayani pelanggan dengan lebih baik, serta semakin meningkatkan pilihan, kualitas serta nilai," ujar Kepala Eksekutif Tesco, Dave Lewis.

Sektor bahan makanan saat ini sedang mengalami periode perubahan yang cepat. Tesco sendiri baru saja menyelesaikan pembelian wholesaler Booker, dan pada bulan April, Sainsbury mengatakan bahwa dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli Asda dari raksasa ritel AS Walmart.

Empat rantai supermarket besar Inggris - Tesco, Sainsbury's, Asda dan Morrisons - telah menghadapi persaingan yang semakin ketat dari rantai anggaran yang meluas, Lidl dan Aldi selama beberapa tahun terakhir, dan sekarang ada ancaman tambahan raksasa internet Amazon bergerak ke sektor yang sama.

Tahun lalu, Amazon membeli jaringan toko makanan kelas atas Whole Foods. Di Inggris, Amazon menawarkan penjualan makanan melalui layanan Amazon Fresh, meskipun saat ini yang masih terfokus pada Greater London dan bagian Tenggara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
18 menit yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
1 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
2 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved