Menkeu Sri Mulyani: Pengelolaan APBN 2017 yang Terbaik

Rabu, 04 Juli 2018 - 13:25 WIB
Menkeu Sri Mulyani:...
Menkeu Sri Mulyani: Pengelolaan APBN 2017 yang Terbaik
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 merupakan tahun terbaik dalam pengelolaan keuangan negara dibandingkan capaian APBN beberapa tahun terakhir ini.

Hal ini disampaikan Menkeu pada pidatonya mengenai Pokok-Pokok Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2017 pada Sidang Paripurna DPR yang ke-28, Masa Persidangan ke-V, Tahun Sidang 2017-2018 di Gedung Nusantara II, Komplek DPR-MPR.

"Pelaksanaan APBN Tahun 2017 dan pengelolaan perekonomian nasional sepanjang tahun 2017 menunjukkan pencapaian yang positif. Sehingga dapat dikatakan tahun 2017 merupakan tahun terbaik pengelolaan APBN," ungkap Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Menkeu menyampaikan beberapa indikator yang mendukung penilaian tersebut, misalnya dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, jumlah penduduk miskin dan gini rasio dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Hal ini dapat terlihat dari beberapa pencapaian dari hasil pengelolaan APBN Tahun 2017 antara lain satu, Index Pembangunan Manusia yang mencapai angka 70,81 atau meningkat 0,9% dari tahun 2016 sebesar 70,18. Capaian angka Index Pembangunan Manusia tahun 2017 merupakan angka tertinggi dalam 4 tahun terakhir," papar Menkeu.

Dari sisi tingkat pengangguran terbuka, tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 5,13% dari sebelumnya 5,5% di tahun 2016. Angka tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2017 merupakan angka terendah dalam 3 tahun terakhir.

Adapun dari sisi jumlah penduduk miskin dan rasio gini, pengelolaan APBN tahun 2017 terendah sejak tahun 2014. "Jumlah penduduk miskin yang berada pada angka 26,58 juta jiwa atau menurun sebesar 910.000 jiwa dibandingkan tahun 2016 sebesar 27,76 juta jiwa. Gini rasio yang membaik pada angka 0,391 lebih rendah dari angka tahun 2016 sebesar 0,393. Angka jumlah penduduk miskin serta gini rasio pada tahun 2017 merupakan angka yang terendah sejak tahun 2014," pungkas Menkeu.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukan Cuma Meraih Opini...
Bukan Cuma Meraih Opini WTP, Sri Mulyani Ingin APBN dan APBD Percepat Pemulihan
Sri Mulyani Laporkan...
Sri Mulyani Laporkan APBN Januari 2024 Surplus
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
APBN Tekor Rp611 Triliun...
APBN Tekor Rp611 Triliun per November 2021, Sri Mulyani: Keuangan Negara Mulai Sehat Kembali
Sri Mulyani Sebut Banyak...
Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Gagal Kelola Utang, Indonesia?
Sri Mulyani Sebut APBN...
Sri Mulyani Sebut APBN Siap Hadapi Berbagai Kondisi Negara
Berita Terkini
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
10 jam yang lalu
SIG Salurkan 292 Hewan...
SIG Salurkan 292 Hewan Kurban bagi Masyarakat di Sekitar Area Operasi
11 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
11 jam yang lalu
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
12 jam yang lalu
Krisis Mata Ulang Lokal...
Krisis Mata Ulang Lokal Dorong Investor Regional Buru Aset Berbasis Dolar AS
13 jam yang lalu
Amdatara dan Badan Geologi...
Amdatara dan Badan Geologi Perkuat Sinergi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved