IHSG Sesi Pagi Memerah Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
Jum'at, 06 Juli 2018 - 09:38 WIB
IHSG Sesi Pagi Memerah Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (6/7/2018) dibuka memerah, meski dalam pergerakannya sempat mencoba menanjak naik. IHSG dibuka melemah 6,65 poin atau 0,12% ke level 5.732,68.
Pada perdagangan kemarin, pasar saham dalam negeri ditutup menguat tipis ketika kebanyakan bursa Asia masih di bawah tekanan. IHSG berakhir meningkat 5,69 poin atau 0,10% menjadi 5.739,33.
Pagi ini sektor saham bergerak cenderung tertekan dipimpin perlemahan terdalam pada sektor keuangan minus 1,19% yang diikuti industri dasar yang turun 0,44%. Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan properti yang masing-masing melonjak 0,33% serta 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp26 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp20,80 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp17,77 miliar. Tercatat 23 saham naik, 16 turun dan 6 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Totalindo Eka Persada Tbk. (TOPS) naik Rp4.620 menjadi Rp4.620, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) melesat ke level Rp3.770 dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) meningkat ke posisi Rp2.680.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusut Rp250 ke level Rp20.975, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP)turun Rp200 ke level Rp13.600 serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) merosot Rp125 menjadi Rp6.400.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bervariasi pada perdagangan terakhir pekan ini. Investor tengah bersiap menghadapi perkembangan gejolak perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang bersiap memberlakukan tarif impor tinggi.
Indeks Nikkei 225 tercatat naik 0,57% di Tokyo ketika sebagian besar sektor mencetak rebound setelah tertekan dalam tiga sesi secara beruntun. Saham produsen mobil lebih tinggi 1,39% saat saham Toyota Motor menanjak naik 1,75%. Produsen baja dan farmasi juga mencetak hasil positif dengan masing-masing sektor Topix naik lebih dari 1%.
Pasar saham China tergelincir ke wilayah negatif setelah sebelumnya bergerak sedikit hati-hati dengan komposit Shanghai tergelincir 0,41% dan komposit Shenzhen yang lebih kecil merosot sebesar 0,08%. Sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong, terlihat juga mengalami penyusutan sebesar 0,3%.
Di tempat lain indeks Kospi, Korea Selatan turun tipis 0,17% dan pasar saham Australia, ASX 200 bertambah 0,38% ditopang kenaikan sebagian besar sektor dengan meyakinkan di antaranya sektor material dan telekomunikasi. Indeks MSCI untuk saham Asia Pacific di luar Jepang jatuh 0,3% selama sesi pagi perdagangan Asia.
Pada perdagangan kemarin, pasar saham dalam negeri ditutup menguat tipis ketika kebanyakan bursa Asia masih di bawah tekanan. IHSG berakhir meningkat 5,69 poin atau 0,10% menjadi 5.739,33.
Pagi ini sektor saham bergerak cenderung tertekan dipimpin perlemahan terdalam pada sektor keuangan minus 1,19% yang diikuti industri dasar yang turun 0,44%. Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan properti yang masing-masing melonjak 0,33% serta 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp26 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp20,80 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp17,77 miliar. Tercatat 23 saham naik, 16 turun dan 6 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Totalindo Eka Persada Tbk. (TOPS) naik Rp4.620 menjadi Rp4.620, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) melesat ke level Rp3.770 dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) meningkat ke posisi Rp2.680.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusut Rp250 ke level Rp20.975, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP)turun Rp200 ke level Rp13.600 serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) merosot Rp125 menjadi Rp6.400.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bervariasi pada perdagangan terakhir pekan ini. Investor tengah bersiap menghadapi perkembangan gejolak perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang bersiap memberlakukan tarif impor tinggi.
Indeks Nikkei 225 tercatat naik 0,57% di Tokyo ketika sebagian besar sektor mencetak rebound setelah tertekan dalam tiga sesi secara beruntun. Saham produsen mobil lebih tinggi 1,39% saat saham Toyota Motor menanjak naik 1,75%. Produsen baja dan farmasi juga mencetak hasil positif dengan masing-masing sektor Topix naik lebih dari 1%.
Pasar saham China tergelincir ke wilayah negatif setelah sebelumnya bergerak sedikit hati-hati dengan komposit Shanghai tergelincir 0,41% dan komposit Shenzhen yang lebih kecil merosot sebesar 0,08%. Sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong, terlihat juga mengalami penyusutan sebesar 0,3%.
Di tempat lain indeks Kospi, Korea Selatan turun tipis 0,17% dan pasar saham Australia, ASX 200 bertambah 0,38% ditopang kenaikan sebagian besar sektor dengan meyakinkan di antaranya sektor material dan telekomunikasi. Indeks MSCI untuk saham Asia Pacific di luar Jepang jatuh 0,3% selama sesi pagi perdagangan Asia.
(akr)
Lihat Juga :