Rupiah Ditutup Lesu, Dolar Menguat Saat Perang Dagang Memudar

Selasa, 10 Juli 2018 - 17:15 WIB
Rupiah Ditutup Lesu,...
Rupiah Ditutup Lesu, Dolar Menguat Saat Perang Dagang Memudar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Selas (10/7/2018) berakhir lesu usai sedikit terkoreksi dari sesi penutupan awal pekan kemarin. Pelemahan rupiah terjadi saat mata uang Negeri Paman Sam menguat seiring memudarnya kekhawatiran investor terhadap perang dagang.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore masih tak berdaya di level Rp14.363/USD apabila dibandingkan sebelumnya Rp14.320/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.298 hingga Rp14.370/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah juga masih tertekan untuk sulit keluar dari zona merah menjadi Rp14.367/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin Rp14.330/USD dengan pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.318-Rp14.373/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada pada level Rp14.363/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah masih menyusut dibanding awal sesi dan penutupan kemarin.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur perbaikan di level Rp14.326/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai mencoba pulih dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.332/USD.

Di sisi lain dilansir Reuters, Yuan China mencetak rebound dan dolar menguat secara luas pada hari Senin karena investor mulai tidak lagi mengkhawatirkan perang dagang. Ketika musim laporan pendapatan kuartal kedua dimulai, para investor tampaknya mengabaikan konflik perdagangan yang semakin mendalam antara Amerika Serikat dan China.

Sebaliknya mereka fokus terhadap data ekonomi termasuk angka pekerjaan AS yang menguntungkan dan peningkatan yang sehat dalam ekspor Jerman yang telah mendorong dolar dan euro lebih tinggi. Aset berisiko meluas di pasar mata uang dengan USD naik 0,3% terhadap Yen Jepang, mata uang yang biasanya dibeli selama masa ketidakpastian politik ke level 111,08 atau mendekati tertinggi enam bulan.

Poundsterling berbalik menanjak dan naik ke 1,3301 terhadap USD sebelumnya sempat merayap turun menjadi 1,3245 setelah data menunjukkan pertumbuhan industri dan manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan Mei.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama naik 0,3% pada level 94,308 setelah jatuh pada Senin ke posisi 93,711 atau menyentuh posisi terendah sejak pertengahan Juni. Hal itu menghentikan reli oleh euro yang jatuh 0,3% menjadi 1,1721 terhadap USD untuk menuju penurunan harian terbesar terhadap dolar dalam lebih dari seminggu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
28 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
34 menit yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
2 jam yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved