Pemerintah Matangkan Strategi Negosiasi Perdagangan dengan AS

Rabu, 11 Juli 2018 - 13:09 WIB
Pemerintah Matangkan...
Pemerintah Matangkan Strategi Negosiasi Perdagangan dengan AS
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) saat ini tengah mengevaluasi sekitar 124 produk ekspor asal Indonesia untuk menentukan produk apa saja yang masih layak menerima generalized system of preferences (GSP).

Apabila GSP dihilangkan, maka bea masuk produk Indonesia ke AS dipastikan menjadi lebih mahal. Jika dicabut, maka Indonesia berpotensi merogoh kocek sebesar USD1,7-1,8 miliar atau sekitar Rp25,2 triliun untuk bea masuk per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, hal itu terjadi karena AS menganggap Indonesia sebagai salah negara yang membuat neraca perdagangan AS mengalami defisit.

"Kita nomor 16 (yang dinilai menyebabkan AS defisit). Dia mau review, ada Brasil, Kazakhstan," papar Darmin di Jakarta, Rabu (11/7/20180.

Karena itu, pemerintah tengah mencoba untuk meyakinkan Pemerintahan Trump bahwa hal tersebut tidak benar. Fasilitas GSP diberikan AS kepada negara berkembang, termasuk.

"Ini fasilitas dia. Kita akan meyakinkan dia. Tapi tentu saja yang putuskan nanti mereka," kata Darmin.

Untuk itu, hari ini Darmin kembali menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, jajaran Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pertanian.

Menko Darmin mengatakan, dalam rapat ini dirinya membahas apa-apa saja yang perlu untuk disampaikan oleh Mendag sebagai tim negosiasi kepada Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross.

"Sudah ada komunikasi. Kita mau rapat untuk siapkan bahan-bahan nanti mendag bertemu dengan mendag sana. Enggak lama, paling akhir bulan ini (kirim tim ke AS)," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
6 Negara Arab yang Masih...
6 Negara Arab yang Masih Punya Hubungan Dagang dengan Israel saat Perang Gaza
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
China Membuka Awal Baru...
China Membuka Awal Baru dengan Sekutu AS saat Perang Dagang Memanas
Trump Pastikan Kesepakatan...
Trump Pastikan Kesepakatan Perdagangan dengan China Masih Utuh
Eropa Sedang Mempersiapkan...
Eropa Sedang Mempersiapkan Perang Dagang, Siapa Musuhnya?
Diancam AS Soal Perdagangan,...
Diancam AS Soal Perdagangan, Spanyol Pilih Merapat ke China
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved