Telah Jenuh Jual, Saat Ini Momentum Pas Borong Saham PGAS

Rabu, 11 Juli 2018 - 16:15 WIB
Telah Jenuh Jual, Saat...
Telah Jenuh Jual, Saat Ini Momentum Pas Borong Saham PGAS
A A A
JAKARTA - Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) saat ini dinilai sudah mengalami jenuh jual sehingga ada potensi menutup disparitas yang tercipta pada level Rp1.900-1.950.

Research Manager Shinhan Sekuritas Indonesia, Teuku Hendry Andrean mengatakan, harga saham PGAS sudah bergerak di bawah lower bollinger band-nya.

"Momentum seperti ini saatnya investor melakukan akumulasi beli," ujar Hendry saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (11/7/2018).

Menurut Hendry, kalaupun PGAS gagal menutup gap, harga saham emiten yang kini menjadi subholding bisnis gas PT Pertamina (Persero) tersebut kemungkinan akan mencapai Rp1.900.

Sementara itu, analis Kresna Sekuritas, Robertus Yanuar Hardy menjelaskan, akuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas) bisa meningkatkan kinerja PGN ke depan yang otomatis akan mendongkrak harga sahamnya. Hal itu terjadi karena perseoran berpotensi menguasai lebih dari 96% jaringan pipa transmisi dan distribusi gas nasional yang secara signifikan bisa meningkatkan pendapatan.

Meski sejumlah investor mengkhawatirkan metode akuisisi Pertagas dengan kombinasi kas internal dan pendanaan dari luar karena dapat mengurangi cadangan kasnya, dia menilai fundamental PGN masih aman.

"Tetapi lebih aman jika metodenya bukan dengan leverage buy out," terangnya.

Dia menekankan, prospek PGN secara fundamental setelah konsolidasi dengan Pertagas sangat bagus. Tetapi investor tetap akan melihat terlebih dahulu besarnya bunga utang yang akan ditanggung PGN setelah proses akuisisi selesai.

Setelah proses akuisisi 51% saham Pertagas, total aset PGN berdasarkan laporan keuangan perseroan audit 2017 akan mencapai USD7,72 miliar, meningkat dari sebelumnya USD6,29 miliar.

Posisi tertinggi saham PGAS dalam rentang satu bulan terakhir berada di Rp2.090 per saham. Sementara harga terendah di Rp1.525. Perlahan tapi pasti, saham PGAS mulai kembali pada tren penguatan ditandai dengan kenaikan hingga pagi ini yang menanjak ke level Rp1.570.

Sebelumnya Moody's Investors Service mematok peringkat utang PGN menjadi Baa2 dengan outlook stabil pada Jumat (6/7). Peringkat itu juga berlaku bagi surat utang emiten tersebut. Penetapan peringkat ini dihitung usai PGN mengumumkan keputusan mengambil 51% saham Pertagas senilai Rp16,6 triliun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
17 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved