IHSG Akhir Pekan Dibuka Menyusut Saat Bursa Asia Tertekan
Jum'at, 20 Juli 2018 - 09:40 WIB
IHSG Akhir Pekan Dibuka Menyusut Saat Bursa Asia Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (20/7/2018) dibuka menyusut untuk mengiringi bursa utama Asia yang juga tertekan di awal sesi. Pagi ini, IHSG dibuka turun 3,640 poin atau 0,062% menjadi 5.867,44.
Dibandingkan kemarin, bursa saham Tanah Air menyusut tipis untuk melanjutkan tren negatif sejak tengah pekan dengan sebagian besar sektor jatuh. Kemarin, IHSG berakhir menyusut 0,33% yang setara dengan 19,65 poin ke level 5.871,08.
Pagi ini, seluruh sektor nyaris parkir di zona merah dan hanya sektor perkebunan yang menguat sebanyak 0,74 poin. Sedangkan sektor pertambangan melemah 2,31 poin, sektor konsumer melemah 0,81 poin, dan sektor properti melemah 0,47 poin.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu BBCA turun 0,32% jadi Rp23.125 per unit. Adapun harga saham BBRI turun 0,78% ke Rp6.325 per saham.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia berada di bawah tekanan pada hari perdagangan terakhir pekan ini, ketika bursa saham AS terpeleset di tengah kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve. Sementara pada pasar mata uang, Yuan China meneruskan tren pelemahan saat USD sedikit tertahan.
Indeks Nikkei Jepang turun 0,77% di tengah kerugian yang meluas meski utilitas serta saham minyak dan batu bara sedikit lebih tinggi. Produsen baja dengan dengan logam, berada di antara sektor berkinerja terburuk, dengan JFE Holdings jatuh 2,25% dan Nisshin Steel kehilangan 1,83%.
Bursa saham Korea Selatan juga diperdagangkan lebih rendah, dengan Kospi tergelincir 0,44%. Saham kelas berat seperti Samsung Electronics cenderung bergerak mendatar ketika saham perusahaan teknologi lainnya diperdagangkan mixed.
Di tempat lain, Indeks Hang Seng, Hong Kong kehilangan 0,77% dengan penurunan tajam terlihat di sektor material dan properti. Selanjutnya Komposit Shanghai tergelincir 0,5% karena yuan memperpanjang kerugian, dengan yuan on-shore melintasi level 6,8 untuk pertama kalinya lebih dari setahun.
Pasar saham Australia ASX 200 melawan tren untuk merayap naik 0,27% karena sebagian besar sektor meningkat, meskipun materials menyusut 1% setelah harga logam dasar terhantam dalam sesi semalam. Indeks MSCI untuk Asia Pasifik di luar Japan diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,37% selama sesi pagi.
Dibandingkan kemarin, bursa saham Tanah Air menyusut tipis untuk melanjutkan tren negatif sejak tengah pekan dengan sebagian besar sektor jatuh. Kemarin, IHSG berakhir menyusut 0,33% yang setara dengan 19,65 poin ke level 5.871,08.
Pagi ini, seluruh sektor nyaris parkir di zona merah dan hanya sektor perkebunan yang menguat sebanyak 0,74 poin. Sedangkan sektor pertambangan melemah 2,31 poin, sektor konsumer melemah 0,81 poin, dan sektor properti melemah 0,47 poin.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu BBCA turun 0,32% jadi Rp23.125 per unit. Adapun harga saham BBRI turun 0,78% ke Rp6.325 per saham.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia berada di bawah tekanan pada hari perdagangan terakhir pekan ini, ketika bursa saham AS terpeleset di tengah kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve. Sementara pada pasar mata uang, Yuan China meneruskan tren pelemahan saat USD sedikit tertahan.
Indeks Nikkei Jepang turun 0,77% di tengah kerugian yang meluas meski utilitas serta saham minyak dan batu bara sedikit lebih tinggi. Produsen baja dengan dengan logam, berada di antara sektor berkinerja terburuk, dengan JFE Holdings jatuh 2,25% dan Nisshin Steel kehilangan 1,83%.
Bursa saham Korea Selatan juga diperdagangkan lebih rendah, dengan Kospi tergelincir 0,44%. Saham kelas berat seperti Samsung Electronics cenderung bergerak mendatar ketika saham perusahaan teknologi lainnya diperdagangkan mixed.
Di tempat lain, Indeks Hang Seng, Hong Kong kehilangan 0,77% dengan penurunan tajam terlihat di sektor material dan properti. Selanjutnya Komposit Shanghai tergelincir 0,5% karena yuan memperpanjang kerugian, dengan yuan on-shore melintasi level 6,8 untuk pertama kalinya lebih dari setahun.
Pasar saham Australia ASX 200 melawan tren untuk merayap naik 0,27% karena sebagian besar sektor meningkat, meskipun materials menyusut 1% setelah harga logam dasar terhantam dalam sesi semalam. Indeks MSCI untuk Asia Pasifik di luar Japan diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,37% selama sesi pagi.
(akr)
Lihat Juga :