Rupiah Tertekan di Akhir Sesi Perdagangan Saat Yuan Tergelincir

Jum'at, 27 Juli 2018 - 17:33 WIB
Rupiah Tertekan di Akhir...
Rupiah Tertekan di Akhir Sesi Perdagangan Saat Yuan Tergelincir
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Jumat (27/7/2018) berakhir masih di bawah tekanan yang cenderung variatif. Kelesuan mata uang Garuda mengiringi Yuan China yang juga tergelincir hingga menyentuh posisi terlemah.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore bangkit di level Rp14.415/USD apabila dibandingkan sebelumnya Rp14.455/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.368 hingga Rp14.490/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini masih tertekan dengan berada pada level Rp14.465/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah masih menyusut dibanding awal sesi dan penutupan kemarin Rp14.455/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah merayap naik menjadi Rp14.417/USD. Posisi tersebut lebih baik dari kemarin Rp14.463/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp14.380-Rp14.493/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pelemahan di level Rp14.483/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih tak berdaya dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.443/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yuan China mengakhiri perdagangan domestik pada posisi terlemahnya dalam 13 bulan pada hari Jumat. Mata uang China terseret lebih rendah di tengah jelang kebijakan Bank Sentral serta kekhawatiran akan depresiasi lebih lanjut di tengah ketegangan perdagangan antara China dan AS.

Yuan menyelesaikan sesi perdagangan domestiknya di posisi 6,8246 terhadap dolar, untuk penutupan pada level terlemah sejak 26 Juni 2017, setelah dibuka pada 6,8050. Sedangkan untuk hari kedua berturut-turut, bank-bank besar milik negara China terlihat menukar dolar untuk yuan di pasar, kata para pelaku pasar.

Sedangkan Dolar naik ke level tertinggi dalam lima hari karena investor menunggu untuk melihat angka pertumbuhan ekonomi AS. Terpantau USD naik lebih lanjut, sebesar 0,4% terhadap beberapa rival utamanya untuk mencapai 94,796, tertinggi lima hari, sebelum bergerak mendatar selanjutnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
13 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved