PGE Area Ulubelu Uji Produksi Sumur Berkapasitas 18,9 MW

Minggu, 29 Juli 2018 - 09:03 WIB
PGE Area Ulubelu Uji...
PGE Area Ulubelu Uji Produksi Sumur Berkapasitas 18,9 MW
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu berhasil melakukan uji produksi sumur berkapasitas 18,9 megawatt (MW). Sumur yang mulai dibor pada tanggal 4 November 2017 dan selesai pada 8 Januari 2018 ini memiliki kedalaman akhir 2212 MKU (meter kedalaman ukur).

General Manager PGE Area Ulubelu Dirgo Rahayu menyatakan keberhasilan uji produksi sumur diharapkan akan semakin meningkatkan keberlanjutan pembangkitan listrik dari energi panas bumi di Lampung. Hingga saat ini PGE memiliki kapasitas terpasang 220 MW atau 25% dari kelistrikan di Lampung.

"Ini suatu kebanggaan para teknisi terbaik yang dimiliki negeri, telah berhasil melakukan pengeboran sumur hingga uji produksi. Semakin banyak sumur yang berhasil dibor dan berproduksi, maka akan semakin mempercepat rasio elektrifikasi serta memperkuat jaringan kelistrikan di Lampung-Sumatera Selatan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (29/7/2018).

Menurut Dirgo, sumur yang berhasil diujicoba tersebut adalah UBL-51/J1 yang merupakan sumur make up untuk menjaga ketersediaan suplai uap ke PLTP di Area Geothermal Ulubelu. Sumur UBL-51/J1 diujicoba pada 8 Februari 2018 dengan menggunakan metode uji lip pressure datar dengan tujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang dapat dibangkitkan oleh sumur tersebut pada kondisi yang benar-benar stabil. Dari uji produksi tersebut diketahui bahwa sumur UBL-51/J1 memiliki kapasitas sebesar 18,9 MW.

Setelah sukses melakukan pengeboran dan uji produksi, PGE Area Ulubelu juga telah berhasil melakukan pengeboran sumur lanjutannya yakni UBL-52/J2 pada 24 Juni 2018 dengan kedalaman 2101 MKU.

"Potensi sumur tersebut baru dapat diketahui secara pasti setelah dilakukan uji produksi. Sumur J2 ini belum dilaksanakan uji produksi karena tim drilling dan operasi PGE sedang melaksanakan pengeboran sumur J3 yang telah tajak sejak 12 Juli 2018," ujar Dirgo.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Indonesia Berpotensi...
Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Bisnis PGE Tetap Solid,...
Bisnis PGE Tetap Solid, Bukti Panas Bumi Punya Prospek Menjanjikan di Indonesia
Pertamina Geothermal...
Pertamina Geothermal Dorong Panas Bumi Jadi Katalis Dekarbonisasi
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
4 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
5 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved