Para Menteri Pertanian G20 Sepakat Tolak Proteksionisme

Minggu, 29 Juli 2018 - 16:30 WIB
Para Menteri Pertanian...
Para Menteri Pertanian G20 Sepakat Tolak Proteksionisme
A A A
BUENOS AIRES - Menteri-menteri pertanian dari negara-negara G20 dalam pernyataan bersamanya mengkritik proteksionisme dan berjanji untuk mereformasi peraturan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun, tidak dirinci langkah apa yang akan diambil oleh G20 untuk memperbaiki sistem perdagangan makanan dunia.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri pertanian G20 mengungkapkan kekhawatiran tentang peningkatan penggunaan tindakan perdagangan non-tarif proteksionis yang tidak konsisten dengan aturan WTO.

Dalam pertemuan di Buenos Aires tersebut, menteri-menteri pertanian G20 termasuk dari Amerika Serikat (AS) dan China menegaskan kembali komitmennya untuk tidak menerapkan hambatan yang tidak perlu dalam perdagangan . Mereka juga menegaskan ulang hak serta kewajiban masig-masing sesuai kesepakatan WTO.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan yang telah mengguncang pasar pertanian. China dan mitra dagang utama AS lainnya telah menetapkan tarif balasan pada petani Amerika setelah pemerintahan Trump mengenakan bea untuk barang-barang China serta baja dan aluminium dari Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko.

Petani AS diperkirakan akan merugi hingga USD11 miliar akibat kebijakan balasan yang dilakukan China. Pekan lalu, administrasi Trump menyatakan akan menggelontorkan dana hingga USD12 miliar untuk membantu para petani yang terdampak perang dagang.

Sekretaris Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara di sela-sela pertemuan bahwa rencana Trump akan mencakup antara USD 7 miliar hingga USD8 miliar dalam bantuan tunai langsung kepada para petani AS yang akan direalisasikan awal September.

Mengomentari langkah bantuan administrasi Trump tersebut, Menteri Pertanian Jerman Julia Kloeckner mengatakan bahwa petani tidak membutuhkan bantuan, melainkan perdagangan.

"Kami melangsungkan diskusi yang sangat jujur ​​tentang fakta bahwa kami tidak ingin langkah-langkah proteksionisme sepihak," kata Kloeckner dalam konferensi pers setelah pertemuan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/7/2018).

Dia menambahkan, semua tahu apa yang terjadi jika satu orang atau negara tidak mematuhi aturan WTO dan mencoba mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri melalui proteksionisme. "Ini biasanya akan menyebabkan munculnya tarif pembalasan," tandasnya.

Karena itu, dalam pernyataan bersamanya, para menteri pertanian G20 menyatakan bahwa mereka setuju untuk melanjutkan reformasi pada aturan-aturan perdagangan agrikultur di WTO.

"Terlepas dari semua berita yang ada di sekitar (pertemuan), kami berhasil mencapai konsensus dengan suara bulat," kata Menteri Pertanian Argentina Luis Miguel Etchevehere.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemusnahan Komoditas...
Pemusnahan Komoditas Pertanian Ilegal Asal 26 Negara
Menteri Pertanian Lepas...
Menteri Pertanian Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 11 Negara
BKP Makassar Gelar Bimtek...
BKP Makassar Gelar Bimtek Tingkatkan Ekspor Pertanian di Kabupaten Bantaeng
Kementan Musnahkan Komoditas...
Kementan Musnahkan Komoditas Pertanian Ilegal Asal 26 Negara
Negara Eksportir Lada...
Negara Eksportir Lada Terbesar Kedua Dunia, Daya Saing Jadi PR Indonesia
Pemkab Didorong Hasilkan...
Pemkab Didorong Hasilkan Komoditas Pertanian Layak Ekspor
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved