Negara Eksportir Lada Terbesar Kedua Dunia, Daya Saing Jadi PR Indonesia
Jum'at, 02 April 2021 - 16:00 WIB
loading...
Komoditas lada diyakini dapat dikembangkan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Seiring dengan meningkatnya permintaan global untuk komoditas lada , Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi lada. Hal itu sekaligus juga menjadikan komoditas ini sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi utama di Indonesia.
Tercatat sebagai negara eksportir lada terbesar kedua di dunia, Indonesia mencatatkan suplai sebanyak 78.000 ton per tahun untuk pasar domestik dan global. Seiring naiknya permintaan pasar terhadap biji lada, diprediksi komoditas ini akan terus menjadi salah satu sektor perekonomian dengan volume ekspor yang signifikan. Baca Juga: BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%
Saat ini, petani lada di Indonesia masih sering menghadapi berbagai tantangan terkait cuaca, ketersediaan air serta meningkatnya masalah hama dan penyakit tanaman.
"Indonesia masih tertinggal sekitar 150.000 hektare dan produksi per hektare dibandingkan Vietnam. Ini patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Fadjry Djufry dalam acara virtual launching event SpiceUp Application: Technology-Based Smart Agriculture for Pepper Cultivation di Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Kementan telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa provinsi. Pemerintah, kata Syahrul, menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia
Tercatat sebagai negara eksportir lada terbesar kedua di dunia, Indonesia mencatatkan suplai sebanyak 78.000 ton per tahun untuk pasar domestik dan global. Seiring naiknya permintaan pasar terhadap biji lada, diprediksi komoditas ini akan terus menjadi salah satu sektor perekonomian dengan volume ekspor yang signifikan. Baca Juga: BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%
Saat ini, petani lada di Indonesia masih sering menghadapi berbagai tantangan terkait cuaca, ketersediaan air serta meningkatnya masalah hama dan penyakit tanaman.
"Indonesia masih tertinggal sekitar 150.000 hektare dan produksi per hektare dibandingkan Vietnam. Ini patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Fadjry Djufry dalam acara virtual launching event SpiceUp Application: Technology-Based Smart Agriculture for Pepper Cultivation di Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Kementan telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa provinsi. Pemerintah, kata Syahrul, menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia
Lihat Juga :