Indonesia Hadirkan Produk Kriya di New York

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 15:31 WIB
Indonesia Hadirkan Produk...
Indonesia Hadirkan Produk Kriya di New York
A A A
PADA perhelatan New York Now (NY Now) 2018, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) akan mengirim delapan merek produk ekonomi kreatif dari subsektor kriya.

Kedelapan merek produk itu adalah Sackai Bags, Siji, Kana Goods, Noesa, Kayou, Pala Nusantara, Jenggala, dan Indo Risakti. Semua terpilih melalui kurasi produk kreatif yang digelar sejak Maret 2018.

“Pendukungan subsektor kriya dalam ajang New York Now 2018 merupakan komitmen Bekraf untuk mempromosikan produk-produk Indonesia ke seluruh dunia,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak.

Delapan merek terpilih itu dijaring melalui metode open call dari ratusan produk yang mendaftar. Semuanya sudah sesuai kriteria produk yang ditetapkan pada NY 2018. Di antaranya, karya harus memenuhi unsur orisinalitas, desain asli Indonesia dan bukan imitasi atau replika karya yang sudah ada; produk yang dihasilkan berupa produk handmade berkarakter khas Indonesia, berbahan lokal Indonesia karya harus bertanggung jawab terhadap alam, lingkungan hidup, dan aman untuk manusia.

Sisi packaging juga harus mencerminkan tren masa kini, seperti streamlined dan minimalis. Selain itu, produk tersebut harus memiliki latar belakang cerita tentang produsen dan produk, mencantumkan nama desainer yang terlibat dalam penciptaan karya, mencantumkan deskripsi singkat mengenai konsep desain karya, dan nilai tambah atas karya, misalnya mempekerjakan masyarakat setempat dan ramah lingkungan.

Adapun NY Now 2018 akan diadakan di Jacob Javits Center, New York, dan berlangsung selama empat hari sejak 12-15 Agustus 2018. Ini adalah pameran dagang internasional yang khusus menampilkan produk subsektor kriya dengan tagline The Market for Home , Lifestyle + Gift.

Sebanyak 24.000 industri ritel dan ratusan ribu produk kriya dari berbagai negara akan ditampilkan dalam pameran itu. Tahun 2018 merupakan tahun ketiga Bekraf Indonesia melalui Bekraf memamerkan karya istimewa anak bangsa di ajang NY Now.

Sebelumnya pada 2017, Bekraf juga memfasilitasi delapan merek produk ekonomi kreatif dalam ajang pameran internasional ini. Seni kriya merupakan subsektor ciri khas bangsa Indonesia dan sangat lekat dengan industri pariwisata.

Subsektor ini sudah berkontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif, yaitu 15,40% dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp922,59 triliun. Kepala Bekraf Triawan Munaf optimistis PDB ekonomi kreatif akan tembus hingga Rp1.000 triliun.

“Kami sangat yakin dan optimistis pencapaian PDB dari ekonomi kreatif mencapai Rp1.000 triliun,” ujarnya. Untuk bisa tampil maksimal, Bekraf bekerja sama dengan banyak pihak, terutama KJRI New York, Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, serta menggandeng konsultan atau kurator internasional Jennifer Isaacson dari Byhand Consulting yang berbasis di Amerika Serikat.

Sementara itu, kurator dari Indonesia yang terlibat dalam proses seleksi adalah Diana Nazir dari Himpunan Desainer Interior Indonesia, Yanna Diah Kusumawati dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia, dan Christianto Prabawa dari Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia. Bekraf adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif.

Bekraf mempunyai tugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan menyinkronkan kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Dibidik...
Ekonomi Indonesia Dibidik Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Ekonomi Indonesia Triwulan...
Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024 Tumbuh 5,02%, Sektor Konstruksi dan Industri Dominan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved