IHSG Dibuka Perkasa Iringi Penguatan Bursa Asia
Senin, 06 Agustus 2018 - 09:56 WIB
IHSG Dibuka Perkasa Iringi Penguatan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (6/8/2018) dibuka positif untuk melanjutkan tren penguatan. Pada sesi pagi, IHSG dibuka menguat 29,30 poin atau setara dengan 0,49% di level 6.036,84.
Pagi ini sektor saham dalam secara keseluruhan bergerak dalam zona hijau. Kenaikan tertinggi dipimpin aneka industri yang mencetak lompatan 1,77% untuk kemudian diikuti sektor infrastruktur lewat peningkatan sebesar 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia menjelang siang tercatat sebesar Rp627 miliar dengan 682 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp41,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp193,0 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp234,15 miliar. Tercatat 164 saham naik, 60 saham turun dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp225 menjadi Rp7,350, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp50 ke posisi Rp7,950 serta PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melompat Rp30 menjadi Rp3,250.
Selanjutnya saham-saham yang melemah yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun Rp400 ke level Rp28.600, PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) jatuh Rp200 menjadi Rp3.810 serta PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp95 menjadi Rp1.505.
Di sisi lain, saham Asia pada awal perdagangan Senin menguat meskipun perdagangan kembali mendapatkan tekanan setelah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China terus bergejolak. Investor juga masih memantau langkah Bank Rakyat China dalam menstabilkan mata uang yuan.
Indeks Nikkei 225 tercatat naik tipis 0,14% pada awal sesi dengan utilitas naik lebih tinggi di pagi hari. Keuntungan keseluruhan dibatasi oleh penurunan pada sektor perbankan dan produk-produk logam. Di antara indeks kelas berat, Fanuc naik 1,1% sementara Fast Retailing berkurang 0,27%.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 0,39%. Produsen baja dan ritel memberikan kontribusi terbesar ketika saham Posco melonjak 4,04%. Di antara nama-nama perusahaan teknologi, Samsung Electronics bertambah 0,44% sedangkan SK Hynix turun 3%.
Bursa Australia juga menanjak dimana ASX 200 naik 0,68% dengan subindex material memimpin kenaikan di pagi hari karena pertambangan naik. Saham BHP menguat 2,11% dan Rio Tinto meningkat 1,1%.
Kenaikan juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong mencapai 0,89% setelah ditutup lebih rendah dalam lima sesi berturut-turut. Semua sektor diperdagangkan lebih tinggi pada pagi hari, dengan kenaikan dipimpin oleh lebih dari 1% keuntungan dalam teknologi informasi, keuangan dan energi.
Saham China justru tertekan dengan Komposit Shanghai tergelincir 0,18% dan Komposit Shenzhen yang lebih kecil menyusut 0,58%. Indeks saham MSCI di Asia Pasifik kecuali Jepang mendatar di 0,66% dalam perdagangan sesi pagi Asia.
Pagi ini sektor saham dalam secara keseluruhan bergerak dalam zona hijau. Kenaikan tertinggi dipimpin aneka industri yang mencetak lompatan 1,77% untuk kemudian diikuti sektor infrastruktur lewat peningkatan sebesar 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia menjelang siang tercatat sebesar Rp627 miliar dengan 682 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp41,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp193,0 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp234,15 miliar. Tercatat 164 saham naik, 60 saham turun dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp225 menjadi Rp7,350, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp50 ke posisi Rp7,950 serta PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melompat Rp30 menjadi Rp3,250.
Selanjutnya saham-saham yang melemah yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun Rp400 ke level Rp28.600, PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) jatuh Rp200 menjadi Rp3.810 serta PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp95 menjadi Rp1.505.
Di sisi lain, saham Asia pada awal perdagangan Senin menguat meskipun perdagangan kembali mendapatkan tekanan setelah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China terus bergejolak. Investor juga masih memantau langkah Bank Rakyat China dalam menstabilkan mata uang yuan.
Indeks Nikkei 225 tercatat naik tipis 0,14% pada awal sesi dengan utilitas naik lebih tinggi di pagi hari. Keuntungan keseluruhan dibatasi oleh penurunan pada sektor perbankan dan produk-produk logam. Di antara indeks kelas berat, Fanuc naik 1,1% sementara Fast Retailing berkurang 0,27%.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 0,39%. Produsen baja dan ritel memberikan kontribusi terbesar ketika saham Posco melonjak 4,04%. Di antara nama-nama perusahaan teknologi, Samsung Electronics bertambah 0,44% sedangkan SK Hynix turun 3%.
Bursa Australia juga menanjak dimana ASX 200 naik 0,68% dengan subindex material memimpin kenaikan di pagi hari karena pertambangan naik. Saham BHP menguat 2,11% dan Rio Tinto meningkat 1,1%.
Kenaikan juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong mencapai 0,89% setelah ditutup lebih rendah dalam lima sesi berturut-turut. Semua sektor diperdagangkan lebih tinggi pada pagi hari, dengan kenaikan dipimpin oleh lebih dari 1% keuntungan dalam teknologi informasi, keuangan dan energi.
Saham China justru tertekan dengan Komposit Shanghai tergelincir 0,18% dan Komposit Shenzhen yang lebih kecil menyusut 0,58%. Indeks saham MSCI di Asia Pasifik kecuali Jepang mendatar di 0,66% dalam perdagangan sesi pagi Asia.
(akr)
Lihat Juga :