Rupiah Membaik di Akhir Sesi Perdagangan, USD Dekati Level Tertinggi

Senin, 06 Agustus 2018 - 16:30 WIB
Rupiah Membaik di Akhir...
Rupiah Membaik di Akhir Sesi Perdagangan, USD Dekati Level Tertinggi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah menunjukkan perbaikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di akhir sesi perdagangan, Senin (6/8/2018) melanjutkan sinyal positif sejak sesi pagi dan sebelumnya. Penguatan mata uang Garuda mengiringi USD yang terus melesat mendekati posisi terbaiknya dalam satu tahun.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp14.465/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.490/USD. Pergerakan harian rupiah di awal pekan berada pada level Rp14.458 hingga Rp14.490/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg juga memperlihatkan penguatan, pada perdagangan spot exchange menanjak ke level Rp14.478/USD dibandingkan sebelumnya. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.469-Rp14.493/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga lebih baik pada level Rp14.490/USD di perdagangan sore. Posisi tersebut sedikit membaik dari akhir pekan kemarin.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pada sesi sore tertahan pada posisi Rp14.490/USD. Angka ini memperlihatkan rupiah mencoba bangkit dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.503/USD.

Dilansir Reuters, dolar menanjak naik pada perdagangan Senin untuk menuju level tertinggi dalam satu tahun. Hal ini seiring meningkatkanya retorika perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagangnya membantu mata uang AS.

Indeks dolar versus enam mata uang utama lainnya, menanjak lebih tinggi sekitar 0,2% menjadi 95,27 untuk mendekati posisi terbaiknya dalam lebih dari satu tahun dari 95,652 yang dicapai pada 19 Juli. Penguatan USD juga terjadi terhadap mata uang negara berkembang seperti Lira Turki yang melemah 0,6% mencapai rekor terendah 5,12 terhadap dolar.

Sentimen datang setelah Amerika Serikat mengumumkan Jumat malam bakal meninjau akses bebas bea masuk ke pasar AS sebagai sebuah langkah yang dapat mempengaruhi hampir 1,7 miliar impor Turki. Di tempat lain, euro bertahan di level terendah lima minggu di posisi 1,1550 versus USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
7 menit yang lalu
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
9 menit yang lalu
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
18 menit yang lalu
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
33 menit yang lalu
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
1 jam yang lalu
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
1 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved