Rupiah Dibuka Lesu Saat Pounds Melemah Diterpa Ketakutan Brexit
Selasa, 07 Agustus 2018 - 10:30 WIB
Rupiah Dibuka Lesu Saat Pounds Melemah Diterpa Ketakutan Brexit
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di awal perdagangan, Selasa (7/8/2018) terlihat lesu dengan cenderung variatif untuk berbalik dari zona hijau. Tergelincirnya mata uang Garuda mengiringi Poundsterling yang melemah ke posisi terburuk seiring kekhawatiran negosiasi Brexit.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tertekan ke posisi Rp14.485/USD. Angka ini memperlihatkan rupiah turun tipis dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.481/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan kenaikan meski tidak terlalu besar di awal sesi ke level Rp14.468/USD untuk menjadi sinyal lompatan mata uang Garuda. Posisi tersebut membaik dari kemarin Rp14.490/USD.
Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi menguat tipis pada posisi Rp14.463/USD atau lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.465/USD. Pergerakan harian rupiah berada di level Rp14.463 hingga Rp14.488/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memburuk ke level Rp14.490/USD dibandingkan awal pekan kemarin Rp14.478/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.479-Rp14.490/USD.
Di sisi lain, pounds melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Selasa usai sempat terjatuh ke level terendah 11 bulan terhadap dolar. Hal ini seiring kekhawatiran atas negosiasi Brexit sementara memanasnya ketegangan perdagangan AS-China membantu mendukung greenback.
Pernyataan para pejabat terkait tentang Brexit yang menemui kesepakatan memicu kekhawatiran bahwa Inggris bakal menghadapi krisis tanpa mendapatkan perjanjian perdagangan dari Uni Eropa. Tercatat Poundsterling merosot hingga 1,2920 lawan USD, atau terendah sejak awal September tahun lalu.
Sebelum terus mencetak beberapa kerugian, dalam sesi terakhir pounds berdiri pada level 1,2946 terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Sedangkan Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya diperdagangkan ke posisi 95,345 tidak jauh dari level tertinggi satu tahun pada level 95,652 yang dicapai pada 19 Juli.
Beberapa analis melihat ketegangan perdagangan antara AS dan China telah mendukung USD, lantaran ekonomi negara maju lebih baik untuk menangani proteksionisme daripada pasar negara berkembang. Ditambah karena penerapan tarif tinggi dapat mempersempit defisit perdagangan AS.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tertekan ke posisi Rp14.485/USD. Angka ini memperlihatkan rupiah turun tipis dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.481/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan kenaikan meski tidak terlalu besar di awal sesi ke level Rp14.468/USD untuk menjadi sinyal lompatan mata uang Garuda. Posisi tersebut membaik dari kemarin Rp14.490/USD.
Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi menguat tipis pada posisi Rp14.463/USD atau lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.465/USD. Pergerakan harian rupiah berada di level Rp14.463 hingga Rp14.488/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memburuk ke level Rp14.490/USD dibandingkan awal pekan kemarin Rp14.478/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.479-Rp14.490/USD.
Di sisi lain, pounds melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Selasa usai sempat terjatuh ke level terendah 11 bulan terhadap dolar. Hal ini seiring kekhawatiran atas negosiasi Brexit sementara memanasnya ketegangan perdagangan AS-China membantu mendukung greenback.
Pernyataan para pejabat terkait tentang Brexit yang menemui kesepakatan memicu kekhawatiran bahwa Inggris bakal menghadapi krisis tanpa mendapatkan perjanjian perdagangan dari Uni Eropa. Tercatat Poundsterling merosot hingga 1,2920 lawan USD, atau terendah sejak awal September tahun lalu.
Sebelum terus mencetak beberapa kerugian, dalam sesi terakhir pounds berdiri pada level 1,2946 terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Sedangkan Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya diperdagangkan ke posisi 95,345 tidak jauh dari level tertinggi satu tahun pada level 95,652 yang dicapai pada 19 Juli.
Beberapa analis melihat ketegangan perdagangan antara AS dan China telah mendukung USD, lantaran ekonomi negara maju lebih baik untuk menangani proteksionisme daripada pasar negara berkembang. Ditambah karena penerapan tarif tinggi dapat mempersempit defisit perdagangan AS.
(akr)