IHSG Dibuka Menguat Tipis, Ketidakpastian Bikin Bursa Asia Mixed
Selasa, 07 Agustus 2018 - 09:31 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Ketidakpastian Bikin Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan saham, Selasa (7/8/2018) tercatat mengalami kenaikan saat bursa Asia bergerak variatif karena ketidakpastian perdagangan. IHSG pagi ini menguat 11,160 poin atau setara 0,183% menjadi 6.112,29 poin.
Sebelumnya bursa saham Tanah Air melesat dengan penguatan sebesar 1,56% atau 93,59 poin ke level 6.101,13. Sedangkan pada akhir pekan kemarin IHSG turun tipis 4,19 poin atau 0,070% ke level 6.007,54
Peningkatan IHSG pada Selasa pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu BMRI naik 1,03% jadi Rp7.375 per unit. Adapun harga saham HMSP naik 0,25% ke Rp3.930, dan TLKM naik 0,55% jadi Rp3.670 per unit.
Pagi ini, seluruh sektor bergerak bervariasi. Sektor pertambangan menguat sebanyak 6,38 poin, sektor manufaktur menguat sebanyak 3,08 poin, sektor konsumer menguat sebanyak 2,60 poin, dan sektor perdagangan menguat sebanyak 0,94 poin. Sedangkan sektor keuangan melemah 5,29 poin.
Adapun volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 286 juta lembar saham senilai Rp236 miliar. Sebanyak 129 saham terlihat menguat, sebanyak 51 saham terpantau melemah, sebanyak 129 saham tidak berubah, dan sebanyak 341 saham tidak mengalami perdagangan.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia bervariasi karena kegelisahan konflik perdagangan AS dan China menjadi beban setelah Beijing melayangkan ancaman pembalasan pekan lalu. Meski begitu Wall Street tetap memperlihatkan kenaikan pada sesi perdagangan awal pekan.
Saham Jepang sedikit lebih tinggi, dengan indeks Nikkei 225 bertambah 0,31% ketika sektor telekomunikasi naik 1,8% untuk memimpin kenaikan di pagi hari. Topix yang lebih luas juga melompat tipis 0,2%.
Sementara indeks Kospi di Korea Selatan, mendatar usai merayap 0,32%. Sektor teknologi diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham Samsung Electronics lebih tinggi sebesar 1,86% sedangkan sektor keuangan dan ritel berada di bawah tekanan.
Pasar saham China terpantau lebih tinggi setelah meluncur di sesi terakhir, karena ketidakpastian perdagangan meredam sentimen investor pada hari Senin. Komposit Shanghai lebih tinggi 0,8% dan saham blue-chip CSI 300 naik 0,98%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga memperlihatkan peningkatan mencapai 0,78% untuk memperpanjang tren penguatan sejak awal pekan kemarin dan menghentikan penurunan beruntun lima hari. Sektor Energi dan layanan memimpin kenaikan seiring lompatan Galaxy Entertainment naik 1,69% dan Sands China naik 2,7%.
Sebelumnya bursa saham Tanah Air melesat dengan penguatan sebesar 1,56% atau 93,59 poin ke level 6.101,13. Sedangkan pada akhir pekan kemarin IHSG turun tipis 4,19 poin atau 0,070% ke level 6.007,54
Peningkatan IHSG pada Selasa pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu BMRI naik 1,03% jadi Rp7.375 per unit. Adapun harga saham HMSP naik 0,25% ke Rp3.930, dan TLKM naik 0,55% jadi Rp3.670 per unit.
Pagi ini, seluruh sektor bergerak bervariasi. Sektor pertambangan menguat sebanyak 6,38 poin, sektor manufaktur menguat sebanyak 3,08 poin, sektor konsumer menguat sebanyak 2,60 poin, dan sektor perdagangan menguat sebanyak 0,94 poin. Sedangkan sektor keuangan melemah 5,29 poin.
Adapun volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 286 juta lembar saham senilai Rp236 miliar. Sebanyak 129 saham terlihat menguat, sebanyak 51 saham terpantau melemah, sebanyak 129 saham tidak berubah, dan sebanyak 341 saham tidak mengalami perdagangan.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia bervariasi karena kegelisahan konflik perdagangan AS dan China menjadi beban setelah Beijing melayangkan ancaman pembalasan pekan lalu. Meski begitu Wall Street tetap memperlihatkan kenaikan pada sesi perdagangan awal pekan.
Saham Jepang sedikit lebih tinggi, dengan indeks Nikkei 225 bertambah 0,31% ketika sektor telekomunikasi naik 1,8% untuk memimpin kenaikan di pagi hari. Topix yang lebih luas juga melompat tipis 0,2%.
Sementara indeks Kospi di Korea Selatan, mendatar usai merayap 0,32%. Sektor teknologi diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham Samsung Electronics lebih tinggi sebesar 1,86% sedangkan sektor keuangan dan ritel berada di bawah tekanan.
Pasar saham China terpantau lebih tinggi setelah meluncur di sesi terakhir, karena ketidakpastian perdagangan meredam sentimen investor pada hari Senin. Komposit Shanghai lebih tinggi 0,8% dan saham blue-chip CSI 300 naik 0,98%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga memperlihatkan peningkatan mencapai 0,78% untuk memperpanjang tren penguatan sejak awal pekan kemarin dan menghentikan penurunan beruntun lima hari. Sektor Energi dan layanan memimpin kenaikan seiring lompatan Galaxy Entertainment naik 1,69% dan Sands China naik 2,7%.
(akr)
Lihat Juga :