Pemerintah Dorong Skema KPBU untuk Biayai Infrastruktur Besar

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 22:01 WIB
Pemerintah Dorong Skema...
Pemerintah Dorong Skema KPBU untuk Biayai Infrastruktur Besar
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini, pemerintah sudah berhasil menerapkan pembangunan 17 proyek infrastruktur besar melalui skema Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU). Melalui skema itu, pembiayaan infrastruktur tidak lagi tergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Sudah ada proyek besar Kominfo seperti infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Barat yang sudah selesai dan proyek-proyek lain seperti jalan tol, rumah sakit dan lainnya," demikian disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut Lucky, saat ini pemerintah tengah mengembangkan KPBU-AP, yaitu skema KPBU baru dengan availability payment (AP). "Contohnya kita membangun jalan senilai Rp100 triliun rupiah, lalu ada biaya pemelihraannya, maka dengan skema KPBU-AP akan lebih efisien karena kita tak membayar di awal. Kita hanya membayar cicilan pembiayaan ketika proyek sudah berjalan. Jadi risiko dipindahkan ke kontraktor, kita bayar ketika jalannya sudah digunakan," paparnya.

Menurutnya, pemerintahan saat ini terus membuat proyeksi pembiayaan pembangunan infrastruktur ke depan. Dia mengatakan, pemerintah sadar masih mempunyai gap infrastruktur yang besar di mana membutuhkan dana Rp4.700 triliun untuk membangun infrastruktur selama lima tahun.

"Dengan skema pembiayaan baru, maka pemerintah tidak lagi tergantung APBN. Ini cara jitu untuk menutupi gap infrastruktur kita," paparnya.

Sekarang yang dibutuhkan banyak investor masuk guna membiayai pembangunan infrastruktur ini. Untuk itu, kata dia, pemerintah bisa mempromosikan bagaimana untuk menarik investor guna mendanai infrastruktur. "Kita memberikan penjaminan, untuk risiko politik agar investor tidak takut masuk ke sini," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Kebutuhan Infrastruktur:...
Kebutuhan Infrastruktur: Pembiayaan Alternatif?
Bappenas Beberkan 4...
Bappenas Beberkan 4 Terobosan Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur
Indonesia Butuh Rp2.085...
Indonesia Butuh Rp2.085 Triliun untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
3 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
3 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
3 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
4 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
4 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved