WIKA Perluas Pasar ke Afrika Barat dengan Bangun Istana Presiden Niger

Selasa, 14 Agustus 2018 - 00:02 WIB
WIKA Perluas Pasar ke...
WIKA Perluas Pasar ke Afrika Barat dengan Bangun Istana Presiden Niger
A A A
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (kode emiten: WIKA) memperluas pasar ke Afrika Barat dengan meneken kontrak proyek pembangunan renovasi Istana Kepresidenan Republik Niger. Kontrak tersebut ditandatangani Direktur Operasi Luar Negeri Perseroan Destiawan Soewardjono dan Chief of Cabinet Republic of The Niger Ouhomoudou Mahamadou, dengan nilai 23,665 juta euro atau setara Rp370 miliar.

Acara yang berlangsung selama 30 menit di Istana Presiden Niger tersebut, didahului dengan pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia A.M. Fachir, Duta Besar RI untuk Nigeria merangkap Niger Harry Purwanto, Destiawan dan Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal dengan Presiden Niger Issoufou Mahamadou.

Destiawan mengatakan berterima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Niger atas kepercayaan dan dukungannya kepada WIKA selaku BUMN pertama di Indonesia yang berpartisipasi dalam program pembangunan negara tersebut.

Kerja sama ini pertama kali digagas saat Presiden Niger melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Oktober 2017, dimana Indonesia memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Niger dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur, yang diinisiasi dengan proyek renovasi istana presiden ini.

Proyek Renovasi Palais Presidentiel atau Istana Presiden merupakan entry point bagi WIKA untuk masuk ke pasar Afrika Barat. Dimana WIKA saat ini telah eksis lebih dari 10 tahun di beberapa negara di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara dengan portofolio proyek-proyek infrastruktur dan gedung.

"WIKA kini semakin dikenal luas di pasar international setelah berhasil menyelasaikan beberapa proyek besar, seperti East-West Motorway Project di Aljazair sepanjang 400 km dari 1.260 km di bawah COJAAL. Sehingga kami optimis dengan pengalaman kami di Aljazair dapat memberikan juga hasil serta performa yang tinggi kepada Pemerintah Niger," ungkap Destiawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Dalam diskusi terbatas, Presiden Niger memberikan sinyal positif dan mengundang WIKA kembali untuk berpartispasi dalam sektor energi dengan rencana pembangunan power plant, perumahan rakyat dan pembangunan rel kereta api, sebagai bagian dari program rencana jangka panjang Trans Afrika. Sehingga Ini merupakan kesempatan sangat baik dan momen tepat bagi WIKA untuk memperkuat eksistensinya di wilayah Afrika Barat.

Pada kuartal kedua ini, WIKA telah membukukan kontrak luar negeri sebesar Rp1,099 triliun dengan target kontrak baru senilai Rp6,4 triliun di akhir tahun ini, "Kami yakin bahwa target-target perolehan proyek baru dari beberapa negara seperti Filipina, Aljazair serta Timor Leste akan kami dapatkan di 2-3 bulan ke depan ini", lanjut Destiawan.

Selain Niger, saat ini WIKA, sambung Destiawan juga melirik negara-negara lainnya di Afrika, seperti Nigeria, Angola, Mauritania dan Ethiopia. Dengan dukungan dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Luar Negeri dan Bank Exim Indonesia dari sisi finansial, WIKA sangat yakin dengan kompetensi, pengalaman dan kemampuan SDM-nya untuk dapat berkompetisi dengan negara-negara lainnya.

"Kunjungan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi WIKA untuk dapat meningkatkan kerja sama strategis di beberapa sektor industri, dengan melihat langsung potensi dan peluang di negara ini. WIKA siap dan yakin dapat mendukung kemajuan infrastruktur di Niger," pungkas Destiawan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garap Proyek Konstruksi,...
Garap Proyek Konstruksi, Waskita Beton Gandeng Perusahaan Jepang
Bidik Kontrak Rp40 Triliun,...
Bidik Kontrak Rp40 Triliun, WIKA Pede Bisa Raup Laba Rp1,05 Triliun
Holding BUMN Perhotelan...
Holding BUMN Perhotelan Ditargetkan Rampung Mei, Ini Progresnya
Profil Wika Bitumen,...
Profil Wika Bitumen, BUMN yang Terjerat Kasus Hukum Dituntut Rp5 Miliar
Keren! Asbuton Bisa...
Keren! Asbuton Bisa Jadi Prioritas Gantikan Aspal Impor
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Berita Terkini
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
5 menit yang lalu
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
22 menit yang lalu
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
1 jam yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
2 jam yang lalu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
3 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Vladimir Putin Mengaku...
Vladimir Putin Mengaku Sudah Muak dengan Kemunafikan Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved