IHSG Pagi Ambruk ke Level 5.771, Mayoritas Bursa Asia Memerah
Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:36 WIB
IHSG Pagi Ambruk ke Level 5.771, Mayoritas Bursa Asia Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan, Kamis (16/8/2018) dibuka anjlok cukup dalam setelah sesi penutupan kemarin sempat menanjak tipis. Pagi ini, IHSG dibuka kehilangan 0,78% atau setara 45,17 poin ke level 5,771.42.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir balik menguat ke level 5.816,59 usai meningkat 46,72 poin atau 0,81%. Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat mayoritas berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan terdalam sektor keuangan 1,02% dan perkebunan lebih rendah 0,73.
Satu-satunya sektor yang mencetak penguatan yaitu aneka industri mencapai 0,54%. Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,68 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,43 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,74 miliar.
Tercatat 2 saham naik, 33 saham turun dan 10 saham stagnan. Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) meningkat Rp125 atau 1,5% menjadi Rp8.125 serta diikuti PT PP (Persero) Tbk. (PTPP)naik Rp15 ke posisi menjadi Rp1.880.
Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT United Tractors Tbk. (UNTR) jatuh Rp475 menjadi Rp33.525, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) merosot sebesar 0,4% menjadi Rp71.500 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menyusut Rp275 di level Rp13.550.
Di sisi lain, pelemahan bursa saham dalam negeri mengiringi mayoritas pasar saham Asia yang berada di zona merah. Penurunan indeks di wilayah Asia mengikuti jejak penyusutan Wall Street setelah perusahaan raksasa China Tencent melaporkan penurunan laba kuartalan.
Hasil mengecewakan tersebut telah membebani sektor teknologi di Amerika Serikat. Sementara indeks Nikkei Jepang turun 1,38% dalam perdagangan pagi menjelang akhir pekan, dengan semua sektor di Tokyo mencatat kerugian, karena produsen minyak dan batu bara mencetak penurunan terbesar 5,3%.
Penurunan juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan usai jatuh 1,40% terimbas penyusutan sektor teknologi. SK Hynix adalah salah satu nama besar yang terpengaruh, usai meluncur 3,82% sedangkan Samsung Electronics anjlok 2,55%.
Bursa Australia, ASX 200 meski relatif kecil juga lebih rendah 0,68% dengan subindeks energi dan material memimpin pelemahan menyusul jatuhnya harga komoditas dalam sesi semalam.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir balik menguat ke level 5.816,59 usai meningkat 46,72 poin atau 0,81%. Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat mayoritas berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan terdalam sektor keuangan 1,02% dan perkebunan lebih rendah 0,73.
Satu-satunya sektor yang mencetak penguatan yaitu aneka industri mencapai 0,54%. Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,68 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,43 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,74 miliar.
Tercatat 2 saham naik, 33 saham turun dan 10 saham stagnan. Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) meningkat Rp125 atau 1,5% menjadi Rp8.125 serta diikuti PT PP (Persero) Tbk. (PTPP)naik Rp15 ke posisi menjadi Rp1.880.
Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT United Tractors Tbk. (UNTR) jatuh Rp475 menjadi Rp33.525, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) merosot sebesar 0,4% menjadi Rp71.500 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menyusut Rp275 di level Rp13.550.
Di sisi lain, pelemahan bursa saham dalam negeri mengiringi mayoritas pasar saham Asia yang berada di zona merah. Penurunan indeks di wilayah Asia mengikuti jejak penyusutan Wall Street setelah perusahaan raksasa China Tencent melaporkan penurunan laba kuartalan.
Hasil mengecewakan tersebut telah membebani sektor teknologi di Amerika Serikat. Sementara indeks Nikkei Jepang turun 1,38% dalam perdagangan pagi menjelang akhir pekan, dengan semua sektor di Tokyo mencatat kerugian, karena produsen minyak dan batu bara mencetak penurunan terbesar 5,3%.
Penurunan juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan usai jatuh 1,40% terimbas penyusutan sektor teknologi. SK Hynix adalah salah satu nama besar yang terpengaruh, usai meluncur 3,82% sedangkan Samsung Electronics anjlok 2,55%.
Bursa Australia, ASX 200 meski relatif kecil juga lebih rendah 0,68% dengan subindeks energi dan material memimpin pelemahan menyusul jatuhnya harga komoditas dalam sesi semalam.
(akr)
Lihat Juga :