Iran Tidak Izinkan Anggota OPEC Ambil Alih Bagiannya dari Ekspor Minyak

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:00 WIB
Iran Tidak Izinkan Anggota...
Iran Tidak Izinkan Anggota OPEC Ambil Alih Bagiannya dari Ekspor Minyak
A A A
WINA - Rencana sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran pada 4 November mendatang, membuat pasar khawatir akan kekurangan pasokan minyak. Mengantisipasi kekurangan pasokan yang bisa membuat harga minyak melambung, Arab Saudi menyatakan bersedia memompa minyak lebih banyak untuk menutupi kekurangan pasokan yang ditinggal Iran.

Tawaran Arab Saudi ini mendapat kecaman dari Iran. Pemerintah Iran menyatakan kepada OPEC bahwa tidak boleh ada satu pun negara anggota yang mengambil alih bagiannya dari ekspor minyak.

Melansir dari Reuters, Minggu (19/8/2018), dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, utusan pemerintah Iran mendesaknya untuk menjauhkan OPEC dari politik.

"Tidak ada negara yang diizinkan mengambil alih saham anggota lain untuk produksi dan ekspor minyak dalam keadaan apa pun. Dan Konferensi Menteri OPEC belum mengeluarkan lisensi untuk tindakan seperti itu," ujar Kementerian Minyak Iran dalam pertemuan dengan OPEC di Wina, Austria.

Sanksi terhadap ekspor minyak Iran datang setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran pada Mei kemarin. Washington lantas mengumumkan sanksi ekonomi dan sanksi penjualan minyak Iran. Negeri Mullah ini merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak.

Untuk mengisi kekurangan pasokan, Trump meminta OPEC untuk memompa lebih banyak minyak demi menurunkan harga. Menteri Energi Arab Saudi dan Rusia mengatakan siap meningkatkan produksi mereka demi mencegah kekhawatiran pasar terkait pasokan minyak.

"Iran percaya bahwa OPEC sangat mendukung anggotanya pada tahap ini dan menghentikan rencana negara-negara yang ingin mempolitisir organisasi ini," ujar Kazem Gharibabadi, duta besar Iran untuk lembaga internasional yang berbasis di Wina.

Sementara itu, Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri mengatakan pada hari Minggu ini, bahwa pemerintah Iran sedang mencari jalan keluar untuk menjual minyak dan mentransfer pendapatannya menjelang sanksi energi dari Amerika.

"Kami berharap negara-negara Eropa dapat memenuhi komitmen mereka tetapi jika mereka tidak bisa, kami akan mencari solusi untuk menjual minyak kami dan mentransfer pendapatannya," kata Jahangiri seperti dikutip kantor berita IRNA.

Jahangiri mengatakan negara-negara Eropa telah berjanji untuk menggantikan kerugian Iran setelah babak baru sanksi AS mengenai sektor energi dan perbankan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pada awal Agustus ini, Washington memberlakukan sanksi ekonomi atas Iran. Dan pada 4 November mendatang, Washington akan menerapkan kembali sanksi pada ekspor minyak dan sektor energi Iran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Nanjak,...
Harga Minyak Nanjak, OPEC+ Kompak Kerek Target Produksi 100 Ribu Bph
Iran Diserang, OPEC+...
Iran Diserang, OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Pasokan Minyak Lebih Besar
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
OPEC+ Bakal Pangkas...
OPEC+ Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Memanas
Harga Minyak Meroket...
Harga Minyak Meroket 6% Dipicu Rencana OPEC Pangkas Produksi
OPEC Cemas, Mutan Baru...
OPEC Cemas, Mutan Baru Corona Bikin Suram Permintaan Minyak Global
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
31 menit yang lalu
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
1 jam yang lalu
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
1 jam yang lalu
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved