IPO Aramco Diisukan Batal, Ini Penjelasan Arab Saudi

Kamis, 23 Agustus 2018 - 18:14 WIB
IPO Aramco Diisukan...
IPO Aramco Diisukan Batal, Ini Penjelasan Arab Saudi
A A A
SAUDI - Arab Saudi menegaskan komitmen untuk tetap melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) terhadap perusahaan minyak nasional Saudi Aramco. Pernyataan ini sekaligus membantah laporan yang menerangkan, pembatalan rencana untuk menjual saham perusahaan raksasa minyak Aramco.

Dilansir Reuters, sebelumnya dilaporkan bahwa sekelompok penasihat keuangan telah mengurungkan rencana untuk menjual 5% saham dari perusahaan. Keputusan tersebut diterangkan diambil setelah melakukan pertemuan, meski tidak diumumkan secara luas.

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Energi Arab Saudi mengatakan pemerintah akan melanjutkan dengan beberapa pilihan. "Pemerintah tetap berkomitmen pada IPO (penawaran umum saham perdana) Saudi Aramco pada saat kondisinya optimal," kata Khalid al-Falih dalam sebuah pernyataan.

Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, pertama kali mengusulkan penjualan saham pada awal 2016. Hal itu mencuat sebagai bagian dari agenda reformasi ekonomi yang diusungnya untuk membawa peraturan dan pengawasan Barat kepada perusahaan.

Ditambah untuk mengumpulkan uang tunai untukdemi mengurangi defisit anggaran negara yang besar. Pada saat itu, dia memperkirakan penjualan saham Aramco bakal senilai USD2 triliun. Rencananya akan melepas saham di kedua bursa saham lokal di Riyadh dan salah satunya di pusat keuangan internasional terkemuka di dunia.

Kabar Penundaan dan Pembatalan

Diterangkan oleh Reuters, bahwa mereka telah mendapatkan info dari empat sumber senior dari sektor industri tentang rencana menjual saham Aramco yang batal dilakukan. "Keputusan untuk membatalkan IPO diambil beberapa waktu lalu, tetapi tidak ada yang dapat mengungkapkan ini. Sehingga pernyataan secara bertahap akan dikeluarkan, dimana pertama penundaan kemudian pembatalan," dikutip Reuters.

Menurut dua sumber tersebut, penasihat keuangan yang telah bekerja untuk IPO Aramco saat ini fokus pada akuisisi yang diusulkan dari "saham strategis" di produsen petrokimia lokal Saudi Basic Industries.

Pada akhir 2017 desas-desus pertama kali muncul bahwa flotasi mungkin dibatalkan, dan disarankan bahwa saham Aramco mungkin dijual secara pribadi ke dana kekayaan kedaulatan terbesar di dunia dan investor institusional.

Bisnis besar

Saudi Aramco sendiri menyandang predikat sebagai perusahaan terbesar minyak dan gas (Migas) di dunia. Majalah Forbes memperkirakan pendapatan yang dicetak perusahaan sebesar USD1 miliar per hari. Bisnisnya mencakup pengelolaan ladang minyak terbesar di dunia, serta operasi penyulingan dan kimia yang ekstensif.

Dengan taruhan setinggi ini, pasar saham London, Hong Kong dan New York bersaing keras untuk menjadi tuan rumah bagi penawaran umum perdana perusahaan migas terbesar. Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya tahun lalu mengatakan. "Akan sangat menghargai apabila Saudi Arabia melakukan IPO Aramco dengan Bursa Saham New York. Hal ini penting bagi Amerika Serikat!"

Di London, Otoritas Perilaku Keuangan mengubah aturannya untuk membuat proses listring tersebut menjadi lebih mudah. Sementara itu muncul kritikan yang datang dari anggota parlemen dan dari Institut Direksi yang mengatakan bahwa mempermudah aturan untuk mengakomodasi Saudi Aramco dapat membahayakan reputasi Inggris untuk pemerintahan yang baik.

Sementara itu, ada saran bahwa beberapa anggota keluarga kerajaan Saudi khawatir bahwa melepas saham di New York dapat menimbulkan risiko hukum. Hal itu mengutip undang-undang terorisme AS yang akan mengizinkan warga AS untuk menuntut Arab Saudi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pangeran Abdulaziz:...
Pangeran Abdulaziz: Hubungan Rusia-Saudi Sehangat Cuaca di Riyadh
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Saudi Aramco Serahkan...
Saudi Aramco Serahkan Kontrak Rp406,6 Triliun untuk Ekspansi Gas
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Pakar: Ekonomi Jatuh,...
Pakar: Ekonomi Jatuh, Era Arab Saudi Berduit Berakhir
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Arab Saudi
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
3 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
27 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
35 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
58 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved