Rupiah Pagi Variatif Saat Laju USD Stabil di Awal Perdagangan
Selasa, 28 Agustus 2018 - 10:27 WIB
Rupiah Pagi Variatif Saat Laju USD Stabil di Awal Perdagangan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (28/8/2018) dibuka mixed atau variatif ketika mata uang Negeri Paman Sam bergerak stabil. Kesepakatan baru Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) antara Amerika Serikat dan Meksiko jadi sentimen positif bagi dolar.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tergelincir pada level Rp14.614/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah sedikit lebih rendah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.610/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange perkasa menjadi Rp14.607/USD dari sebelumnya Rp14.620/USD. Hari ini rupiah bergerak di kisaran level Rp14.607 hingga Rp14.615/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru tertekan di posisi Rp14.610/USD usai sebelumnya bertengger di Rp14.605/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin untuk kembali menjadi sinyal buruk.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp14.613/USD atau merayap naik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.620/USD. Pergerakan harian rupiah di pekan terakhir bulan ini berada pada kisaran level Rp14.578-Rp14.615/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Dolar stabil terhadap euro dan enam mata uang utama lainnya setelah AS dan Meksiko setuju untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Kesepakatan tersebut memunculkan kembali optimisme untuk meredakan ketegangan perdagangan global.
Di sisi lain perjanjian ini memberi tekanan pada Kanada untuk menyetujui ketentuan baru untuk melestarikan pakta tiga negara, yang pada akhirnya akan mengembalikan ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan kesepakatan 1994.
Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, bergerak cenderung mendatar pada perdagangan Selasa setelah dua sesi sebelumnya diterpa kerugian. Indeks USD naik 0,05% lebih tinggi ke level 94,834 usai mengalami kerugian kecil sebelumnya.
Dolar sendiri telah jatuh lebih dari 2% sejak mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari setahun pada 15 Agustus, di tengah kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve karena menaikkan suku bunga acuan ketika pemerintah AS mencoba untuk merangsang ekonomi.
Pada perdagangan hari ini, euro menyusut 0,04% menjadi 1,1674 terhadap USD pada pukul 01.35 GMT untuk berbalik jatuh usai sempat mendaki sebelumnya. Terhadap Yen Jepang, terpantau dolar 0,2% lebih tinggi pada posisi 111,28.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tergelincir pada level Rp14.614/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah sedikit lebih rendah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.610/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange perkasa menjadi Rp14.607/USD dari sebelumnya Rp14.620/USD. Hari ini rupiah bergerak di kisaran level Rp14.607 hingga Rp14.615/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru tertekan di posisi Rp14.610/USD usai sebelumnya bertengger di Rp14.605/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin untuk kembali menjadi sinyal buruk.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp14.613/USD atau merayap naik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.620/USD. Pergerakan harian rupiah di pekan terakhir bulan ini berada pada kisaran level Rp14.578-Rp14.615/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Dolar stabil terhadap euro dan enam mata uang utama lainnya setelah AS dan Meksiko setuju untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Kesepakatan tersebut memunculkan kembali optimisme untuk meredakan ketegangan perdagangan global.
Di sisi lain perjanjian ini memberi tekanan pada Kanada untuk menyetujui ketentuan baru untuk melestarikan pakta tiga negara, yang pada akhirnya akan mengembalikan ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan kesepakatan 1994.
Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, bergerak cenderung mendatar pada perdagangan Selasa setelah dua sesi sebelumnya diterpa kerugian. Indeks USD naik 0,05% lebih tinggi ke level 94,834 usai mengalami kerugian kecil sebelumnya.
Dolar sendiri telah jatuh lebih dari 2% sejak mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari setahun pada 15 Agustus, di tengah kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve karena menaikkan suku bunga acuan ketika pemerintah AS mencoba untuk merangsang ekonomi.
Pada perdagangan hari ini, euro menyusut 0,04% menjadi 1,1674 terhadap USD pada pukul 01.35 GMT untuk berbalik jatuh usai sempat mendaki sebelumnya. Terhadap Yen Jepang, terpantau dolar 0,2% lebih tinggi pada posisi 111,28.
(akr)