Presiden Namibia Apresiasi Sektor Pertanian Indonesia

Minggu, 02 September 2018 - 08:01 WIB
Presiden Namibia Apresiasi...
Presiden Namibia Apresiasi Sektor Pertanian Indonesia
A A A
JAKARTA - Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama dalam hal infrastruktur hingga pertanian. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama semenjak Presiden Hage Gottfried terpilih di tahun 2015.

Presiden Hage yang membawa beberapa delegasi termasuk menteri yang membidangi pertanian menekankan kemampuan Indonesia yang mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri untuk memenuhi konsumsi rakyatnya. Sebelum bertolak ke negaranya, Presiden Hage bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang melepas kepergian kembali ke negaranya dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/9).

Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia yang mampu memenuhi pangan rakyatnya yang berjumlah 250 jiwa sementara Namibia yang berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain. Selain itu Presiden Hage mengapresiasi Indonesia yang kini mampu swasembada beras dan mengekspor jagung dengan sistem pengairan di area persawahan yang baik tanpa terpengaruh musim.

Berangkat dari keberhasilan-keberhasilan itu, ke depannya, Namibia akan melakukan beberapa kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang petanian. Mentan menjelaskan, kerja sama yang akan dilakukan antara lain upaya mengubah lahan kering di negara itu menjadi produktif.

"Kerja sama itu juga diharapkan mampu mengangkat planting index Namibia dari satu menjadi dua kali, dari dua menjadi tiga kali," ungkap Mentan dalam keterangan tertulis, Minggu (2/9/2018).

Presiden Hage tertarik akan pengembangan lahan kering di Indonesia yang pemanfaatan teknologi pada lahan keringnya sudah komprehensif dan berkelanjutan. "Sekarang kita membangun rain water harvesting technology, embung, sumur dalam, sumur dangkal kemudian small dam, mekanisasi pertanian dan bibit berkualitas," terang Menteri Amran.

Terkait bibit berkualitas, Menteri Amran juga menawarkan kepada Namibia untuk menggunakan bibit jagung dari Indonesia. Sebagai perbandingan, jagung yang ada Namibia memiliki produktivitas di angka 3-4 ton per ha, sedangkan di Indonesia sudah ada yang mampu mencapai 10 ton per ha.

"Jagung kita sudah ada yang mencapai 10 ton, namanya Nasa (Nakula Sadewa), mekanisasi dan teknologi pertanian nanti kita juga sharing. Insyaallah sinergi kita segera dengan mereka," tutup Amran.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Riwayat Pendidikan Mentan...
Riwayat Pendidikan Mentan Amran Sulaiman Pencetus Program Petani Milenial 2024
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Mentan Amran: Kalau...
Mentan Amran: Kalau Mau Jadi Konglomerat Masuk Pertanian
Riwayat Pendidikan dan...
Riwayat Pendidikan dan Arti Gelar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang Baru
Sulap 10 Juta Hektare...
Sulap 10 Juta Hektare Rawa Jadi Lahan Pertanian, Indonesia Mau Pakai Teknologi Thailand
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
12 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved