Penyelenggaraan Haji Dorong Devisa Negara lewat Ekspor

Minggu, 02 September 2018 - 20:01 WIB
Penyelenggaraan Haji...
Penyelenggaraan Haji Dorong Devisa Negara lewat Ekspor
A A A
MEKKAH - Penyelenggaraan ibadah haji berkorelasi positif pada pendapatan devisa negara. Banyak produk Indonesia, terutama makanan dan minuman (mamin) yang dipasok ke Arab Saudi di setiap pelaksanaan musim haji.

"Haji bisa menghasikan devisa negara. Karena itu, kami mendorong peningkatan ekspor produk-produk Indonesia ke Arab Saudi," kata Kepala Konsulat Jenderal RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin saat menerima rombongan jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH), di kantornya, Jeddah, Arab Saudi, baru-baru ini.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji merupakan pasar yang sudah pasti, terutama bagi produk-produk mamin Indonesia. "Apapun produk yang dijual di Mekkah pasti laku. Makanan merupakan produk yang tidak bisa ditunda, sehingga pasti laku," jelasnya.

Menurut Hery, bagi jamaah, ibadah haji adalah tujuan akhir. Tapi bagi pemerintah, ibadah haji adalah tujuan perantara (intervening goal). "Ibadah haji sangat strategis ditinjau dari berbagai aspek," ungkapnya.

Kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang mensyaratkan penyedia katering pada musim haji tahun ini menyiapkan bumbu masak dari Indonesia, kata Hery, merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produk Indonesia ke negeri kerajaan tersebut.

Hery pun mengharapkan, beras yang pada musim haji tahun ini disuplai dari Thailand, pada tahun mendatang bisa dari Indonesia. Demikian juga, lanjut Hery, ikan patin yang pada saat ini dipasok dari Vietnam, dia menginginkan berikutnya dari Indonesia.

Fawzi Bawazir, pemilik Mohammed Bawazir for Trading Co. Ltd. mengakui bahwa pihaknya meningkatkan kuantitas impornya dari Indonesia menjelang pelaksanaan ibadah haji. Kendati demikian, peningkatan itu tidak setinggi menjelang Ramadan.

"Penjualan sebelum Ramadan bisa naik tiga kali lipat. Kalau haji juga meningkat, tapi tak signifikan jika dibandingkan penjualan Ramadan," ujar kakak kandung politikus Fuad Bawazir ini. Mohammed Bawazir for Trading Co. Ltd. merupakan perusahaan yang berkedudukan di Jeddah yang mengimpor produk makanan dan minuman dari PT Mayora.

Abdul Halim, Key Account Manager PT Sami Alkathiri mengatakan kuantitas produk Indonesia yang bisa dipasok ke Arab Saudi masih terbuka. Ini lantaran orang Saudi senang dengan produk Indonesia karena pasti halal, kualitas dan kebersihannya juga terjamin.

PT Sami Alkathiri merupakan salah satu dari delapan perusahaan Arab Saudi yang mengimpor produk asal Indonesia. "Ikan tuna potensinya sangat besar bisa masuk ke sini," imbuhnya.

Secara umum produk Indonesia sangat digandrungi masyarakat Saudi. Ini karena kualitas produk Indonesia dan rasanya cocok dengan lidah orang Saudi. "Masuknya jamaah haji Indonesia juga memperbesar pasar produk Indonesia di Saudi. Sehingga kami sangat berkepentingan mengimpor produk Indonesia," kata Abdul Halim yang mengaku telah 20 tahun memasarkan produk Indonesia di Arab Saudi ini.

Sejatinya, dari segi harga, produk Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan produk sejenis dari Thailand dan Vietnam. Menurut pengakuan Abdul Halim, hal itu dipicu tingginya biaya logistik di Tanah Air.

Kendati demikian, dalam setahun PT Sami Alkathiri bisa mengimpor sebanyak 35 kontainer kecap dan saus dari Indonesia. Untuk mengamankan pasar yang sudah ada, Abdul Halim meminta Kementerian Agama mensyaratkan perusahaan katering yang melayani makanan jamaah Indonesia untuk menggunakan bumbu dan bahan masakan produk Indonesia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Raker Komisi VIII DPR...
Raker Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama Bahas Penyelenggaraan Haji
Momentum Perbaikan Penyelenggaraan...
Momentum Perbaikan Penyelenggaraan Haji lewat Kehadiran BP Haji
Usulan BPIH 2022 Rekor...
Usulan BPIH 2022 Rekor Kenaikan Tertinggi 10 Tahun Terakhir
Batik Motif Sekar Arum...
Batik Motif Sekar Arum Sari Juara Lomba, Jemaah Haji 2024 Bakal Kenakan Seragam Baru
Ditutup 12 Februari,...
Ditutup 12 Februari, Siskohat Catat 172.789 Jemaah Sudah Lunasi Biaya Haji 2024
3 Opsi Penyelenggaraan...
3 Opsi Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Disiapkan Pemerintah
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved