Ini Modus yang Kerap Digunakan Oknum Pencatut Nama Bea Cukai

Senin, 03 September 2018 - 12:02 WIB
Ini Modus yang Kerap...
Ini Modus yang Kerap Digunakan Oknum Pencatut Nama Bea Cukai
A A A
JAKARTA - Upaya penipuan dengan mencatut nama Bea Cukai masih marak terjadi. Untuk itu, Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Masyarakat diminta agar tidak mudah tergiur terhadap barang elektronik yang diklaim merupakan barang black market, sitaan Bea Cukai, atau lelang dengan harga jauh di bawah harga rata-rata pasaran.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro mengungkapkan beberapa modus yang kerap digunakan para oknum tersebut dalam melakukan penipuan. "Modus pertama biasanya melalui jualan online. Para penipu biasanya memanfaatkan lapar mata para korban terutama jika melihat harga murah," ungkap Deni dalam keterangan resminya, Senin (3/9/2018).

Deni menjelaskan biasanya barang-barang yang dijual tersebut disertai dengan embel-embel "sitaan bea cukai", "barang black market", atau "barang lelang Bea Cukai". Dia berpesan, jika ada yang menjual barang dengan embel-embel seperti itu, sudah dapat dipastikan itu adalah penipuan.

Dia mengatakan, meskipun memang ada lelang yang mengatasnamakan Bea Cukai, namun prosesnya akan diumumkan melalui situs resmi Bea Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, atau Kementerian Keuangan.

Selain modus tersebut, ada juga penipuan dengan modus kurir diplomatik atau hadiah yang dikirimkan dari luar negeri. "Modusnya oknum penipu akan menelepon atau mengontak korban dan memberitahukan kalau barangnya tertahan di Bea Cukai, dan diharuskan menebus barang tersebut dengan membayar sejumlah uang dan diminta untuk menransfer uang ke rekening pribadi," paparnya.

Terkait modus ini, Deni menjelaskan, yang perlu diketahui adalah bahwa barang yang dikirim menggunakan kurir diplomatik hanya dapat digunakan untuk Koprs Diplomatik, sehingga masyarakat umum tidak mungkin mendapatkan paket tersebut. Jika oknum penipu meminta untuk menransfer sejumlah uang ke rekening pribadi, maka itu juga dipastikan penipuan.

Deni melanjutkan, modus lainnya yang juga cukup sering dilakukan adalah melalui barang kiriman. "Biasanya oknum penipu menyatakan bahwa telah mengirim barang dengan menggunakan jasa ekspedisi yang namanya asing di telinga masyarakat, untuk melancarkan aksinya para oknum juga membuat website tracking barang kiriman guna meyakinkan korban," jelasnya.

Dia berpesan, jika mengalami salah satu kasus di atas, masyarakat diminta untuk tidak panik dan terburu-buru menransfer sejumlah uang ke rekening pribadi. "Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dengan orang yang menelepon dan mengaku sebagai petugas Bea Cukai apalagi menggunakan nomor pribadi, selain itu untuk mengecek status barang kiriman masyarakat dapat mengakses situs www.beacukai.go.id/barangkiriman," bebernya.

Dia menambahkan, baru-baru ini ditemukan modus kejahatan di mana para oknum menghubungi korban menggunakan nomor yang berawalan +1500 dengan tiga nomor belakang bervariasi.

"Perlu dipahami nomor contact center Bea Cukai adalah 1500225 dan berdasarkan peraturan Menkominfo, nomor call center tidak menggunakan awalan tanda tambah (+) sehingga jika ada dari masyarakat yang dihubungi orang dengan menggunakan nomor +1500 dengan tiga nomor belakang bervariasi dan mengaku sebagai petugas Bea Cukai, itu bisa dipastikan penipuan," tegas Deni.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
6 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
6 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
6 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
6 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
7 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
7 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved