Kementan Lirik Prospek Bisnis Bunga Lily dan Anggrek

Selasa, 04 September 2018 - 01:40 WIB
Kementan Lirik Prospek...
Kementan Lirik Prospek Bisnis Bunga Lily dan Anggrek
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) Kementerian Pertanian Cipanas dan beberapa lokasi persemaian bibit dan bunga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (2/9/2018) kemarin.

Saat melihat sentra budidaya dan pengembangan tanaman hias PT Merlimba Sentra Agrotama di wilayah Kecamatan Cugenang Kab Cianjur, Suwandi membaca kondisi dan peluang bisnis yang menjajikan pada bunga krisan, liliy, dan anggrek. Berbagai jenis benih bunga indukan impor seperti bunga lily dikembangkan di wilayah ini.

Bunga lily hasil pengembangan bibit indukan impor ini masuk ke pasar lokal, seperti Jakarta dan Bali, dengan harga jual yang tergolong tinggi yaitu antara Rp100.000-Rp135.000 per ikat. Sebagian sudah diekspor walau jumlahnya masih 2,4 ton pada 2017, ujarnya.

"Bunga nusantara yang tidak kalah menarik dan bernilai ekonomis adalah bunga anggrek. Produksi anggrek sekitar 20 juta tangkai pertahunnya. Tahun 2017, ekspor 43,3 ton anggrek," ungkapnya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Suwandi menambahkan jika Indonesia sendiri dikenal sebagai pusat keanekaragaman genetik anggrek terbesar di dunia.

Seperlima dari total plasma nutfah anggrek dunia berada di Indonesia, beberapa jenis anggrek lokal yang sudah tergolong langka seperti anggrek hitam Kalimantan dan anggrek Papua. Karenanya upaya pemuliaan juga menjadi sangat krusial untuk pelestarian spesies lokal.

"Anggrek juga dikembangkan melalui persilangan, baik dengan sesama spesies lokal maupun luar. Salah satu tujuan keanekaragaman ini adalah untuk memperbanyak jenis anggrek, juga untuk keperluan bisnis," tegas Suwandi.

Manajer PT Merlimba Sentra Agrotama, Hadi Hidayat, mengatakan untuk satu polibag anggrek dapat dijual antara Rp100.000 sampai Rp180.000, tergantung jumlah bunga dan ukurannya. Paling diminati anggrek bulan berwarna merah dan putih.

"Pada intinya, bisnis bunga saat makin berkembang di Indonesia. Permintaan pasar lokal juga tinggi dan membawa banyak keuntungan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak hanya Laris di Pasar...
Tak hanya Laris di Pasar Lokal, Benih Tanaman Hias pun Laku Diekspor
Wow! Ekspor Tanaman...
Wow! Ekspor Tanaman Hias RI Senilai Rp2,3 Triliun Menyasar 6 Negara
Mentan Kaget Harga Tanaman...
Mentan Kaget Harga Tanaman Hias Janda Bolong Tembus Ratusan Juta Rupiah
2 Menteri Lepas Ekspor...
2 Menteri Lepas Ekspor Tanaman Hias, Bukti Ladang Cuan Baru Bagi Milenial
Kementan Pacu Inovasi...
Kementan Pacu Inovasi Tanaman Hias untuk Ekspor
Menyita Perhatian Pecinta...
Menyita Perhatian Pecinta Tanaman Hias, Plan the Plants Juarai Kontes Bergengsi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved