OJK dan SRO Kumpulkan Investor Bahas Volatilitas Pasar

Jum'at, 07 September 2018 - 14:25 WIB
OJK dan SRO Kumpulkan...
OJK dan SRO Kumpulkan Investor Bahas Volatilitas Pasar
A A A
JAKARTA - Perkembangan pasar modal Indonesia ke arah yang lebih baik merupakan cita cita yang diinginkan seluruh stakeholders pasar modal. Namun, dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak agar dapat menjaga pasar modal di kondisi yang stabil dengan mengerahkan seluruh upaya terbaik.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama SRO menyelenggarakan investor gathering yang dengan mengangkat tema "Menyikapi Volatilitas Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia".

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen memaparkan, dinamika yang terjadi di sektor keuangan masih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, meliputi perang dagang antara AS dan China serta meningkatnya eskalasi krisis di Argentina, Afrika Selatan dan Turki.

Meski menghadapi tantangan ekonomi global, Hoesen menyampaikan bahwa kinerja pasar modal Indonesia masih sangat baik, tercermin dari masih maraknya aktivitas perusahaan yang menggalang dana melalui pasar modal.

"Diharapkan dapat melampaui pencapaian tahun 2017 yang sebanyak 46 emitan saham dan obligasi baru," ujarnya di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Di samping itu, OJK juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan.

Secara khusus, OJK terus fokus untuk melaksanakan pendalaman di sektor jasa keuangan khususnya di pasar modal dengan berbagai kebijakan di sisi demand, supply, dan infrastruktur.

Dari sisi demand, OJK akan mengedepankan berbagai program, meliputi pengaturan perusahaan efek daerah dan perantara pedagang efek bersifat utang dan sukuk, pengembangan transaksi online pemasaran reksa dana, simplifikasi pembukaan rekening dan mendorong pendirian perusahaan efek daerah.

Sementara program dari sisi supply, meliputi mendorong penerbitan produk mikro (reksa dana), pengembangan obligasi dan sukuk daerah, dana tapera, rencana variasi produk reksa dana syariah, pengembangan produk derivatif dan percepatan proses penawaran umum.

"Terakhir program dari sisi infrastruktur meliputi lembaga pendanaan efek, penyelesaian T+3 menjadi T+2, implementasi e-registration, implementasi electronic trading platform tahap 2 dan implementasi e-bookbuilding," pungkas Hoesen.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK: Kondisi Pasar Modal...
OJK: Kondisi Pasar Modal RI Berangsur Membaik
OJK Optimistis Penghimpunan...
OJK Optimistis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp200 Triliun
Ketua OJK Ngaku Tahu...
Ketua OJK Ngaku Tahu Kabar Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman dari Youtube
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Resmi! Batas Modal Disetor...
Resmi! Batas Modal Disetor untuk Bursa Efek Naik Tinggi
OJK Siapkan Kebijakan...
OJK Siapkan Kebijakan Strategis Genjot Pasar Modal Tahun Depan
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
6 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
6 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
7 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
7 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved