Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.835 per Dolar AS
Senin, 10 September 2018 - 10:01 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.835 per Dolar AS
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin (10/9/2018) di pasar spot, berbalik melemah. Indeks Bloomberg mencatat rupiah surut 15 poin atau 0,1% ke level Rp14.835 per USD.
Jumat akhir pekan lalu, rupiah ditutup menguat signifikan sebesar 73 poin atau 0,49% ke posisi Rp14.820 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada pagi ini terkoreksi 45 poin atau 0,30% ke level Rp14.860 per USD, berbanding Rp14.815 per USD di akhir pekan silam.
Kurs referensi Jakarta Inter Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Senin berada di Rp14.835 per USD, terapresiasi 49 poin dari Rp14.884 di Jumat pekan lalu.
Ketegangan perang dagang terbaru antara AS dengan China telah membuat gejolak di pasar uang. Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif tambahan terhadap barang impor China senilai USD267 miliar, setelah sebelumnya menerapkan tarif tambahan senilai USD200 miliar.
Investor pun memilih sejumlah mata uang safe haven seperti yen Jepang, franc Swiss dan dolarAmerika AS. Melansir Reuters, Senin (10/9/2018), yen Jepang diperdagangkan menguat terhadap dolar AS menjadi 110,94 yen dan franc Swiss naik menjadi 0,9693 per USD.
Yen Jepang menguat ditambah revisi PDB bulan April-Juni yang tumbuh 3,0% year to year, lebih tinggi dari perkiraan 1,9%.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama dunia, stabil di 95,381, setelah mencetak hit 95,737 imbas dari kenaikan data tenaga kerja pada Jumat lalu sebesar 0,3% dan kenaikan upah sejak November 2008.
Jumat akhir pekan lalu, rupiah ditutup menguat signifikan sebesar 73 poin atau 0,49% ke posisi Rp14.820 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada pagi ini terkoreksi 45 poin atau 0,30% ke level Rp14.860 per USD, berbanding Rp14.815 per USD di akhir pekan silam.
Kurs referensi Jakarta Inter Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Senin berada di Rp14.835 per USD, terapresiasi 49 poin dari Rp14.884 di Jumat pekan lalu.
Ketegangan perang dagang terbaru antara AS dengan China telah membuat gejolak di pasar uang. Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif tambahan terhadap barang impor China senilai USD267 miliar, setelah sebelumnya menerapkan tarif tambahan senilai USD200 miliar.
Investor pun memilih sejumlah mata uang safe haven seperti yen Jepang, franc Swiss dan dolarAmerika AS. Melansir Reuters, Senin (10/9/2018), yen Jepang diperdagangkan menguat terhadap dolar AS menjadi 110,94 yen dan franc Swiss naik menjadi 0,9693 per USD.
Yen Jepang menguat ditambah revisi PDB bulan April-Juni yang tumbuh 3,0% year to year, lebih tinggi dari perkiraan 1,9%.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama dunia, stabil di 95,381, setelah mencetak hit 95,737 imbas dari kenaikan data tenaga kerja pada Jumat lalu sebesar 0,3% dan kenaikan upah sejak November 2008.
(ven)