Rupiah Terbang ke Rp14.806 Imbas Kenaikan Mata Uang Negara Berkembang

Jum'at, 14 September 2018 - 17:10 WIB
Rupiah Terbang ke Rp14.806...
Rupiah Terbang ke Rp14.806 Imbas Kenaikan Mata Uang Negara Berkembang
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, Jumat (14/9/2018) ditutup terbang setinggi 34 poin atau 0,23% menjadi Rp14.806 per USD, berbanding Kamis kemarin di Rp14.840 per USD.

Pagi tadi, mata uang NKRI di indeks Bloomberg dibuka melambung 39 poin atau 0,26% ke level Rp14.801 per USD. Akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp4.777-Rp14.844 per USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan hal sama. Rupiah pada Jumat petang ini terpantau terapresiasi 30 poin alias 0,20% menjadi Rp14.803 per USD, berbanding dengan Rp14.833 per USD pada penutupan Kamis kemarin. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.768-Rp14.840 per USD.

Rupiah terbang tinggi pada Jumat ini memanfaatkan kenaikan mata uang negara-negara berkembang. Mengutip dari Reuters, mata uang rand Afrika Selatan dan peso Meksiko meraih keuntungan karena investor merespons positif kenaikan suku bunga acuan di Turki.

Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga sebesar 625 basis poin menjadi 24% untuk memompa lira yang belakangan melemah. Lira Turki langsung melonjak 4% setelah kenaikan suku bunga acuan dan sekarang berada di level 6,137 per USD. Rand Afrika Selatan pun naik 1,3% terhadap dolar AS, begitu pula peso Meksiko bertambah 1%.

Sementara itu, dolar AS tertekan oleh data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks harga konsumen (CPI) yang mengukur inflasi, hanya naik 0,2% pada Agustus kemarin, lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 0,3%.

Sehingga indeks USD terhadap enam mata utama berada di level rendah, yaitu 94,91 setelah tergelincir 0,3% semalam. "Dolar AS telah merosot karena data CPI AS yang lembut," ujar Masafumi Yamamoto, kepala strategi valuta asing di Mizuho Securities di Tokyo.

Adapun yuan China lebih lemah 0,2% menjadi 6,8520 per USD, karena pertumbuhan investasi China pada Agustus jatuh ke rekor terendah. Meski produksi industri dan penjualan ritel mereka lebih tinggi dari yang diharapkan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ORI, Simbol Kemerdekaan...
ORI, Simbol Kemerdekaan Negara
10 Negara Ini Pernah...
10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia
Bukan Rupiah, Berikut...
Bukan Rupiah, Berikut Ini 5 Mata Uang Tertua di Indonesia
Pelemahan Rupiah Masih...
Pelemahan Rupiah Masih Lanjut, Hari Ini Jadi Rp16.788 per Dolar AS
Rupiah Babak Belur dalam...
Rupiah Babak Belur dalam Sepekan, Sentuh Level Rp16.750 per Dolar AS
Rupiah Rontok di Tengah...
Rupiah Rontok di Tengah Perang AS-Iran, Hari Ini Sentuh Rp16.872 per Dolar AS
Berita Terkini
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
39 menit yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
1 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
2 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
2 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
2 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved