Milenial adalah YOLO Generation

Senin, 17 September 2018 - 06:13 WIB
Milenial adalah YOLO...
Milenial adalah YOLO Generation
A A A
YOLO singkatan ”You Only Live Once ”: Manusia hanya hidup sekali, karena itu nikmatilah hidup saat ini juga. Terus, hidup yang besok-besok gimana? ”Emang gua pikirin,” begitu jawab kaum milenial. YOLO menjadi populer sejak istilah tersebut muncul dalam salah satu lagu milik rapper kondang Drake The Motto pada 2011.

Sejak itu hastag #YOLO menjadi trending topic dan menjadi bahasa gaul kaum muda milenial di seluruh dunia. Istilah itu menjadi begitu ”gue banget” bagi milenial sehingga setiap kali mereka posting foto-foto (saat naik gunung, liburan di pantai, berolahraga ekstrem, atau hura-hura bersama teman di kafe) di Instagram , mereka selalu menyematkan hastag #YOLO .

YOLO juga sering diasosiasikan dengan gaya hidup yang mewabah di kalangan kaum muda milenial Korea yang mementingkan momen kesenangan dan kepuasan saat ini, tanpa peduli hari esok. Kenapa milenial punya gaya hidup YOLO? Karena pada dasarnya milenial adalah ”generasi susah”.

Masa kecil dan remaja mereka pekat diliputi krisis ekonomi, perang di manamana, terorisme, dan merebaknya kasus SARA, pengangguran massal dan kesulitan hidup, serta ketidakpastian akibat disrupsi teknologi.

Kita tahu milenial lahir pada awal tahun 1980-an. Saat mereka remaja, krismon 1998 menghantam membuat orang tua mereka jatuh miskin. Kemudian diikuti pengeboman WTC dan Bali yang memicu krisis politik berbasis SARA berkepanjangan pada awal 2000-an.

Lalu disusul krisis ekonomi dunia (subprime mortgage crisis ) pada 2008. Dan kini rupiah mulai menembus angka 15.000 per dolar AS. Karena hidup begitu tidak menentu dan masa depan penuh dengan ketidakpastian, maka tak heran jika mereka menjadi berorientasi saat ini (present-oriented atau noworiented ).

Mereka semakin tak mau pusing memikirkan masa depan. ”Kalau tidak ada jaminan hidup ke depan menjadi lebih baik, maka akan lebih baik dipuas-puaskan hidup hari ini,” begitu argumentasi mereka.

Mereka cenderung mengorbankan masa depan untuk mendapatkan kesenangan hari ini. Itu sebabnya YOLO menjadi biang utama munculnya ”leisure economy ” di mana masyarakat makin banyak menghabiskan uangnya untuk berlibur, dine-out, main games , nonton konser, olahraga, hingga ber-selfie ria.

Apa akibatnya jika milenial memiliki YOLO lifestyle ? Yang paling jelas terlihat adalah, mereka lebih senang menghabiskan uangnya untuk kesenangan sesaat, seperti hura-hura dan nongkrong di kafe, menjadi backpacker keliling dunia, atau nonton konser Ed Sheeran di Singapura; ketimbang menabung atau mencicil KPR.

Tren menunda menikah bisa juga ditelusur dari YOLO lifestyle di kalangan milenial. Ya, karena menikah bisa mereka artikan sebagai kerepotan mengurus anak, mengelola rumah tangga, membeli rumah, atau menyekolahkan anak.

”Hidup cuma sekali, kenapa harus dibikin repot,” ujar mereka. Dengan begitu, dampaknya ke bisnis pun bisa ditengarai: bisnis leisure /experience seperti liburan atau kafe bakal boom ; tapi sebaliknya bisnis seperti reksa dana atau kredit pemilikan rumah (KPR) bakal mengerut.

Di atas itu semua, milenial akan menjadi instant generation atau now generation, generasi serbainstan, serbasekarang, enggak peduli masa lampau dan masa depan. Petuah Master Oogway kepada Po di film Kung Fu Panda (2008) ini barangkali menjadi begitu ”gue banget” bagi kalangan muda milenial: ”Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift.” ”That is why it is called the present.”

YUSWOHADY
Managing Partner Inventure www.yuswohady.com
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved