IHSG Pagi Tergelincir, Bursa Asia Mixed Saat Perang Dagang Memanas
Selasa, 18 September 2018 - 09:39 WIB
IHSG Pagi Tergelincir, Bursa Asia Mixed Saat Perang Dagang Memanas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan, Selasa (18/9/2018) tergelincir untuk sedikit pulih usai kemarin terperosok sangat dalam. Sesi pagi ini, IHSG masih melemah 8,145 poin atau 0m14% ke posisi 5.814,14.
Pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG berakhir merosot tajam untuk melanjutkan tren negatif sepanjang hari ini. Hingga sesi sore, IHSG ditutup anjlok 107,02 poin atau 1,80% ke level 5.824,26.
Sedangkan pagi ini sektor saham secara keseluruhan bergerak negatif untuk menjadi tekanan bagi bursa saham Tanah Air. Sektor dengan pelemahan terdalam menimpa aneka industri yang anjlok mencapai 3,07% diikuti kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 2,50%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia menjelang siang tercatat sebesar Rp2,36 miliar dengan 2,78 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp349,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,0 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp651,04 miliar. Tercatat 117 saham naik, 222 saham turun dan 123 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp625 menjadi Rp73.600, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) bertambah Rp1.535 menjadi Rp1.535 serta PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) meningkat Rp635 ke posisi Rp635.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) turun Rp115 menjadi Rp1.380, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB)berkurang Rp95 ke level Rp1.625 dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) menyusut Rp82 menjadi Rp252.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bergerak variasi pada perdagangan Selasa pagi menyusul eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Bursa Australia ASX 200 mengalami penurunan 0,19% usai terseret kejatuhan sektor energi mencapai 1,33% meski subindex keuangan cenderung meningkat.
Selanjutnya indeks Nikkei Jepang terlihat lebih baik usai lebih tinggi 0,99% dan indeks Topix naik 0,95%. Di Korea Selatan, indeks Kospi mulai sedikit pulih usai diperdagangkan menguat ditopang saham teknologi yang bervariatif.
Saham Samsung Electronics memperpanjang kenaikan untuk diperdagangkan naik 1%, Korea Electric Power Corporation turun 1,34% dan Hyundai Motor kehilangan keuntungan sebelumnya tetapi tetap naik 0,39%.
Pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG berakhir merosot tajam untuk melanjutkan tren negatif sepanjang hari ini. Hingga sesi sore, IHSG ditutup anjlok 107,02 poin atau 1,80% ke level 5.824,26.
Sedangkan pagi ini sektor saham secara keseluruhan bergerak negatif untuk menjadi tekanan bagi bursa saham Tanah Air. Sektor dengan pelemahan terdalam menimpa aneka industri yang anjlok mencapai 3,07% diikuti kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 2,50%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia menjelang siang tercatat sebesar Rp2,36 miliar dengan 2,78 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp349,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,0 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp651,04 miliar. Tercatat 117 saham naik, 222 saham turun dan 123 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp625 menjadi Rp73.600, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) bertambah Rp1.535 menjadi Rp1.535 serta PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) meningkat Rp635 ke posisi Rp635.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) turun Rp115 menjadi Rp1.380, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB)berkurang Rp95 ke level Rp1.625 dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) menyusut Rp82 menjadi Rp252.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bergerak variasi pada perdagangan Selasa pagi menyusul eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Bursa Australia ASX 200 mengalami penurunan 0,19% usai terseret kejatuhan sektor energi mencapai 1,33% meski subindex keuangan cenderung meningkat.
Selanjutnya indeks Nikkei Jepang terlihat lebih baik usai lebih tinggi 0,99% dan indeks Topix naik 0,95%. Di Korea Selatan, indeks Kospi mulai sedikit pulih usai diperdagangkan menguat ditopang saham teknologi yang bervariatif.
Saham Samsung Electronics memperpanjang kenaikan untuk diperdagangkan naik 1%, Korea Electric Power Corporation turun 1,34% dan Hyundai Motor kehilangan keuntungan sebelumnya tetapi tetap naik 0,39%.
(akr)
Lihat Juga :