IHSG Awal Sesi Dibuka Menghijau Iringi Lompatan Bursa Asia
Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB
IHSG Awal Sesi Dibuka Menghijau Iringi Lompatan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (19/9/2018) dibuka menghijau untuk mengiringi lompatan bursa Asia setelah investor bereaksi terhadap respons Beijing terhadap tarif baru yang diterapkan Amerika Serikat (AS). Awal sesi pagi ini, IHSG dibuka menguat 46,510 poin atau 0,80% ke level 5.858,30.
Posisi ini lebih baik dari enutupan Selasa (18/9) di level 5.811,79. Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.09 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR naik 0,93% jadi Rp45.950 per unit. Adapun harga saham BBCA naik 0,73% ke Rp24.175, BMRI naik 1,18% jadi Rp6.450, BBRI naik 1,70% ke Rp2.990, dan TLKM naik 0,56% jadi Rp3.590 per unit.
Di sisi lain pasar Asia juga mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, karena investor bereaksi terhadap respons Beijing terhadap tarif baru yang diterapkan AS pada impor China senilai USD200 miliar. Terpantau indeks patokan Australia, ASX 200 naik 0,3% dipimpin lonjakan sektor material dan energi dengan masing-masing bertambah 1,59% serta 1,16%.
Selanjutnya sentimen positif datang dari kenaikan saham pertambangan di antaranya saham Rio Tinto meningkat 2,5%, Fortescue melonjak 3,18% dan BHP naik 2,19%. Sedangkan indeks Jepang melompat lebih tinggi mencapai 1,51% diikuti kinerja positif indeks Topix yang bertambah 1,5%.
Indeks Kospi di Korea Selatan cenderung bergerak mendatar pada sesi awal perdagangan. Pada daratan China, komposit Shanghai terlihat menghijau usai meningkat sebesar 0,94% menjadi 2725.39.
Posisi ini lebih baik dari enutupan Selasa (18/9) di level 5.811,79. Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.09 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR naik 0,93% jadi Rp45.950 per unit. Adapun harga saham BBCA naik 0,73% ke Rp24.175, BMRI naik 1,18% jadi Rp6.450, BBRI naik 1,70% ke Rp2.990, dan TLKM naik 0,56% jadi Rp3.590 per unit.
Di sisi lain pasar Asia juga mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, karena investor bereaksi terhadap respons Beijing terhadap tarif baru yang diterapkan AS pada impor China senilai USD200 miliar. Terpantau indeks patokan Australia, ASX 200 naik 0,3% dipimpin lonjakan sektor material dan energi dengan masing-masing bertambah 1,59% serta 1,16%.
Selanjutnya sentimen positif datang dari kenaikan saham pertambangan di antaranya saham Rio Tinto meningkat 2,5%, Fortescue melonjak 3,18% dan BHP naik 2,19%. Sedangkan indeks Jepang melompat lebih tinggi mencapai 1,51% diikuti kinerja positif indeks Topix yang bertambah 1,5%.
Indeks Kospi di Korea Selatan cenderung bergerak mendatar pada sesi awal perdagangan. Pada daratan China, komposit Shanghai terlihat menghijau usai meningkat sebesar 0,94% menjadi 2725.39.
(akr)
Lihat Juga :