Kaitkan Dukungan ke Arab, Trump Minta OPEC Turunkan Harga Minyak

Kamis, 20 September 2018 - 21:01 WIB
Kaitkan Dukungan ke...
Kaitkan Dukungan ke Arab, Trump Minta OPEC Turunkan Harga Minyak
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi mendesak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menurunkan harga minyak dunia. Trump bahkan mengaitkan dukungan AS untuk negara-negara Timur Tengah dalam permintaan tersebut.

"Kami melindungi negara-negara di Timur Tengah, mereka tidak akan aman untuk waktu yang lama tanpa kami, namun mereka terus mendorong harga minyak yang lebih tinggi dan lebih tinggi! Kami akan ingat. OPEC harus menurunkan harga sekarang!" cuit Trump melalui Twitter seperti dikutip Reuters, Kamis (20/9/2018).

Trump telah mengecam OPEC selama beberapa bulan terakhir. Tak heran, sebab naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di AS akan menciptakan sakit kepala politik bagi Trump sebelum pemilihan kongres November mendatang.

Trump telah meminta Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, untuk meningkatkan produksi, mengatakan bahwa itu akan membantu Amerika menurunkan harga bahan bakar karena Washington membantu Riyadh dalam perjuangannya melawan Iran.

Namun, menurut sumber OPEC kepada Reuters, OPEC dan sekutunya tidak mungkin menyetujui peningkatan resmi dalam produksi minyak mentah ketika mereka bertemu di Aljazair akhir pekan ini, meskipun tekanan meningkat pada produsen utama untuk mencegah lonjakan harga minyak menjelang sanksi baru AS terhadap Iran.

Sanksi baru itu akan berlaku pada bulan November, sebagai hasil dari keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan 2015 tentang program nuklir Iran.

Arab Saudi disebut-sebut khawatir bahwa setiap lonjakan terkait sanksi dalam harga minyak akan memicu kritik baru dari Trump, tetapi juga menghadapi keraguan atas kemampuannya untuk mengimbangi penurunan pasokan Iran.

Dalam kunjungan ke Moskow bulan ini, Sekretaris Energi AS Rick Perry mengatakan Arab Saudi, Amerika Serikat dan Rusia dapat meningkatkan produksi global dalam 18 bulan ke depan untuk mengkompensasi penurunan pasokan minyak dari Iran.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Dibuat Was-was...
Trump Dibuat Was-was Soal Selat Hormuz: Ancam Produsen Jaga Harga Minyak Tetap Rendah
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Perpanjang...
Harga Minyak Perpanjang Kenaikan Empat Hari Beruntun
Harga Minyak Turun Karena...
Harga Minyak Turun Karena Stok Minyak AS Meningkat
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
1 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
2 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
3 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
4 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
5 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
6 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved