Revisi Dagang AS-Korsel Diteken, Peluang Produsen Mobil dan Farmasi

Selasa, 25 September 2018 - 14:16 WIB
Revisi Dagang AS-Korsel...
Revisi Dagang AS-Korsel Diteken, Peluang Produsen Mobil dan Farmasi
A A A
NEW YORK - Donald Trump telah menandatangani perjanjian perdagangan yang telah direvisi dengan Korea Selatan (Korsel), yang ditujukan untuk memperluas peluang bagi produsen mobil dan perusahaan farmasi AS. Hal ini menandai kesepakatan pertama yang diselesaikan oleh presiden AS, untuk memenuhi janjinya merombak hubungan perdagangan Negeri Paman Sam -julukan AS-.

Pada konferensi pers di New York, Trump menyebutkan pembaruan dari perjanjian dagang yang dimulai 2012 merupakan "kesepakatan yang sangat besar". Sebelumnya Gedung Putih pertama kali mengumumkan garis besar perubahan pada bulan Maret, lalu. Sebagian besar analis mengatakan revisi yang tercantum dalam perjanjian dagang AS dan Korsel relatif sederhana.

Penyelesaian pakta itu terjadi ketika Trump tengah menghadapi sejumlah kontroversi politik, termasuk tuduhan pelecehan seksual terhadap calok hakim Mahkamah Agung yang jadi pilihannya. Pada sektor bisnis juga mencuat kekhawatiran seputar dampak dari pembalasan kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan pemerintahan Trump kepada impor baja dan aluminium serta produk-produk asal China.

Trump di sela-sela Majelis Umum PBB mengutarakan, penandatangan revisi perjanjian dagang menjadi hari besar bagi AS dan Korea Selatan. Dia menggambarkan pakta yang direvisi sebagai "perjanjian baru" dan tanda bahwa strategi perdagangannya berhasil. "Selain kesepakatan ini, kami masih memiliki banyak pekerjaan, dan mereka telah sepakat untuk berlaku adil," ungkap Trump.

Sementara itu Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In memusatkan perhatiannya kepada proses pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara, di mana AS terlibat. Dia mengatakan perjanjian perdagangan baru, masih membutuhkan persetujuan oleh parlemen Korea Selatan, serta menjadi tanda kemitraan yang kuat antara AS dan Korea Selatan.

Rincian Kesepakatan Dagang AS dan Korsel

AS memulai negosiasi dengan Korea Selatan tahun lalu, menyusul kritik Trump atas kesepakatan yang dimulai pada 2012 itu yang dinilainya sebagai "jalan satu arah". Berdasarkan kesepakatan baru, Korsel telah setuju untuk mengecualikan hingga 50.000 mobil per produsen AS per tahun dari persyaratan keselamatan Korea Selatan. Angka ini dua kali lipat dari jumlah saat ini dan jauh lebih tinggi daripada yang diekspor perusahaan Amerika.

Negara ini juga telah menyetujui perubahan seperti perbaikan prosedur kepabeanan dan amandemen terhadap kebijakan penetapan harga obat bius. Kesepakatan itu juga memperluas tarif 25% AS terhadap truk Korea Selatan hingga 2041. Hal itu dijadwalkan akan berakhir pada 2021. Secara terpisah, AS setuju untuk mengecualikan sejumlah baja dari Korea Selatan atas tarif 25% yang diumumkan Trump pada Maret.

Keputusan itu setara dengan 70% dari rata-rata impor AS dari 2015 hingga 2017. Korea Selatan dan AS seperti diketahui merupakan mitra dagang utama, dengan hampir nilai perdagangan kedua negara mencapai USD155 miliar dalam barang dan jasa pada tahun 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Perajin Pisau Potong...
Perajin Pisau Potong di Yogyakarta Banjir Pesanan Jelang Idul Adha
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Berita Terkini
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
6 menit yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
17 menit yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
1 jam yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
2 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
2 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved