Sertifikasi Belum Rampung, 20 Pesawat N219 PTDI Sudah Dipesan

Kamis, 04 Oktober 2018 - 17:08 WIB
Sertifikasi Belum Rampung,...
Sertifikasi Belum Rampung, 20 Pesawat N219 PTDI Sudah Dipesan
A A A
BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapat pesanan 20 unit pesawat N219 Nurtanio yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sertifikasi. Pesawat tersebut nantinya akan melayani penerbangan perintis PT Aviastar Mandiri.

Kepastian pembelian 20 pesawat tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatangan MoU antara PTDI dengan PT Aviastar Mandiri di Surabaya, kemarin. “Setelah ini akan ditindaklanjuti langkah berikutnya. Termasuk untuk pembiayaannya. Sementara kami, saat ini menyelesaikan dulu proses sertifikasinya,” kata Dirut PTDI Alvin Guntoro dalam keterangan resmi di Bandung, Kamis (4/10/2018).

Diakui dia, proses delivery kemungkinan baru maksimal pada 2020. Tahun depan, pihaknya diperkirakan baru bisa menyelesaian antara dua hingga empat unit. Sementara pesanan Aviastar 20 unit.

Diketahui, PT Aviastar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan ke daerah terpencil. Mengoperasikan pesawatnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua dengan home base di Jakarta.

Menurut Alvin, pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat N219 Nurtanio dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

"Pesawat N219 Nurtanio diharapkan dapat menjadi solusi distribusi logistik yang terintegrasi, efektif dan efisien akan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pesawat N219 Nurtanio juga dikembangkan untuk mendukung program jembatan udara," jelasnya.

Pesawat N219 Nurtanio juga sangat relevan dengan kondisi alam di Indonesia, yang pada umumnya berbukit-bukit dan terdapat banyak pegunungan. N219 Nurtanio memiliki kecepatan (speed) maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya, kecepatan cukup rendah namun masih bisa terkontrol, ini sangat penting terutama saat memasuki wilayah yang bertebing-tebing. Di antara pegunungan yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan manuver pada kecepatan rendah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terkejut Sikap JPU,...
Terkejut Sikap JPU, Kuasa Hukum Minta Hakim Perhatikan Fakta Persidangan
KPK Panggil Komisaris...
KPK Panggil Komisaris Utama PT Asabri terkait Kasus PT DI
Telisik Korupsi PT DI,...
Telisik Korupsi PT DI, KPK Panggil 2 Komisaris PT Dirgantara Indonesia
GMF dan PTDI Jajaki...
GMF dan PTDI Jajaki Kerja Sama Perkuat Sinergi Dirgantara
Dalami Kasus Korupsi...
Dalami Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Panggil Pensiunan TNI
KPK Panggil Dirut PT...
KPK Panggil Dirut PT PAL Dalami Kasus PT DI
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
20 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
33 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
55 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved