Sri Mulyani Siapkan Jurus Baru Tangkis Gempuran USD

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 15:35 WIB
Sri Mulyani Siapkan...
Sri Mulyani Siapkan Jurus Baru Tangkis Gempuran USD
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus mengamati dinamika yang terjadi di perekonomian global, serta dampaknya terhadap kondisi perekonomian di dalam negeri, khususnya terhadap pelemahan kurs rupiah.

Dia mengtatakan, pemerintah akan menyiapkan kebijakan baru agar tekanan global tidak semakin memperparah pelemahan rupiah. Nilai tukar mata uang Garuda sendiri saat ini terus mengalami pelemahan. Posisi terakhir, rupiah bergerak di level Rp15.180/USD.

"Jadi menyikapi berkembangnya perekonomian terutama yang terjadi di AS sangat kuat yang kemudian menimbulkan sentimen terhadap USD dan beberapa risiko yang berasal dari negara-negara berkembang dan kita melihat dari sisi perekonomian Indonesia sendiri. Kami bersama BI, OJK dan Menko Perekonomian akan terus memperbaiki dan merespons dari kebijakan yang selama ini sudah ada di monitor dampaknya dan bagaimana kita untuk terus memperkuatnya," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Contohnya, kata mantan Menko bidang Perekonomian ini, dampak pelemahan nilai tukar terhadap neraca pembayaran nasional. Pemerintah terus memantau kebijakan yang telah diambil sebelumnya, seperti mandatori biodiesel 20% (B20).

"Pemerintah sudah melakukan kebijakan seperti B20, kita sudah melakukan monitoring terhadap impor 1.147. Saya setiap minggu mendapatkan laporan dari Dirjen Bea dan Cukai, berapa perkembangan dari impor barang-barang tersebut dan bagaimana ini implikasinya ke neraca pembayaran terutama CAD (current account deficit)," imbuh dia.

Pemerintah juga akan melakukan formulasi kebijakan, baik dalam bentuk insentif maupun kebijakan untuk meningkatkan ekspor nasional. Sebab, menguatnya ekonomi AS menciptakan kesempatan besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

"Ini yang saya harapkan dunia usaha bisa merespons, dan kita akan mendukung sepenuhnya daya kompetisi kita. Kita juga akan melihat semua aspek perekonomian kita apakah mereka mampu meng-absorb dan mengelola perubahan dinamika yang terjadi ini, baik itu dari sisi nilai tukar, capital flow dan kemudian dari masing-masing neraca di lembaga keuangan, di korporasi, di pemernitah sendiri," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Patok Kurs...
Sri Mulyani Patok Kurs Rupiah Rp15.300 di Tahun Depan
Sri Mulyani Sentil Orang...
Sri Mulyani Sentil Orang Indonesia Saat Rupiah Hampir Rp16 Ribu: Sukanya Melihat Nominal
Sri Mulyani: Kupon Surat...
Sri Mulyani: Kupon Surat Utang Kita Lebih Baik Dibanding Brazil
Sri Mulyani Buka-bukaan...
Sri Mulyani Buka-bukaan soal Penyebab Rupiah Melemah
Rupiah Tembus Rp15.000...
Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar, Ini Kata Sri Mulyani
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
2 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved