Waspadai Beban Utang Pemerintah Saat Rupiah Terus Jatuh

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 16:22 WIB
Waspadai Beban Utang...
Waspadai Beban Utang Pemerintah Saat Rupiah Terus Jatuh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terus melemah hingga Rp15.100/USD menimbulkan kekhawatiran terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah diingatkan untuk mewaspadai dampak tersebut ke beban utang negara.

Manajer Program PWYP Indonesia Meliana Lumbantoruan mengatakan, pelemahan rupiah akibat banyaknya USD yang kabur dari Indonesia. Sedangkan, aliran modal masuk lebih sedikit.

"Diwaspadai beban utang tinggi karena sebagian besar USD. Di sisi lain ada defisit transaksi berjalan, USD yang masuk lebih sedikit dibanding yang keluar," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Lebih lanjut Meliana menjelaskan, rasio bunga utang pemerintah saja sudah sebesar 10% dari total APBN 2019. Setelah rupiah melemah diprediksi nilai tersebut bisa semakin besar

"Tahun 2019 kita bayar bunga utang lebih dari Rp200 triliun atau sekitar 10%. Sekarang rupiah terhadap USD telah Rp15.000/USD dengan asumsi APBN Rp14.400/USD itu pasti akan membengkak dan akan menggerus fiskal kita," katanya.

Sementara itu, Manajer Program Seknas Fitra Misbah Hasan menambahkan, APBN 2018 rentangnya relatif jauh di atas nilai tukar rupiah di pasar. Sehingga, kali ini pemerintah lebih realistis.

"Kejujuran itu bisa dilihat dari penyampaian pemerintah pada APBN 2019, dimana tahun yang relatif sulit karena secara bersamaan pemerintah hadapi tahun pemilu. Kemudian, jatuh tempo pembayaran utang luar negeri cukup signifikan," tutur dia.

Kendati demikian, Misbah menggarisbawahi ada optimisme peningkatan penerimaan negara dari pajak dan non pajak. Padahal di luar sana masih ada tantangan global yang kuat.

"Terutama dengan penguatan Amerika Serikat yang mengakibatkan perang dagang dengan negara lain. Tapi, pemerintah tetap optimis penerimaan negara pajak dan bukan pajak akan meningkat pada 2019," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prabowo Bakal Tarik...
Prabowo Bakal Tarik Utang Baru Rp781 Triliun di 2026, Ekonom Ungkap Kunci Klaim Aman
Utang Pemerintah Terus...
Utang Pemerintah Terus Membengkak, per Juni 2024 Capai Rp8.444,87 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia di Triwulan IV 2025 Naik Tembus Rp7.262 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya
Utang Pemerintah Diprediksi...
Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.450 Triliun, Ekonom Sebut Melebihi Kebutuhan
Capai Rp8.444,87 Triliun,...
Capai Rp8.444,87 Triliun, RI Bakal Masuk Jebakan Utang Semakin Dalam
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Saat Banyak Negara Terjerat...
Saat Banyak Negara Terjerat Utang, 10 Negara Ini Tanpa Utang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved