China dan AS Tak Diundang Dalam Pertemuan Reformasi WTO

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 18:55 WIB
China dan AS Tak Diundang...
China dan AS Tak Diundang Dalam Pertemuan Reformasi WTO
A A A
OTTAWA - Kanada sejauh ini belum mengundang Amerika Serikat (AS) dan China ke pertemuan tingkat tinggi tentang rencana mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kanada bakal menjadi tuan rumah bagi 'kelompok kecil yang mempunyai pemikiran sama' yang akan berlangsung akhir Oktober di Ottawa untuk membahas perdagangan global.

(Baca Juga: Imbas Perang Dagang, Trump Ancam Mundur Dari WTO )
Seperti dilansir BBC, para pejabat mengatakan, negara-negara seperti AS dan China akan dimasukkan ke depannya dalam proses pembaharuan reformasi. Uni Eropa, Australia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan diperkirakan akan hadir. Selanjutnya Brazil, Chili, Kenya, Meksiko, Selandia Baru, Norwegia, dan Swiss juga diundang ke pertemuan pada 24 dan 25 Oktober 2018, mendatang.

"Kami mengakui terdapat banyak tantangan di dalam WTO dan menyakini untuk melakukan pekerjaan dan mencari penyelesaian diperlukan reformasi. Kanada memimpin dan mendorong upaya tersebut," ujar Joseph Pickerill yakni Petugas Media Federal Trade Trade Diversification dari Menteri Perdagangan Kanada Jim Carr, dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tidak merahasiakan ketidaksukaannya terhadap kesepakatan perdagangan internasional multilateral, dan bahkan sempat mengancam menarik Amerika Serikat keluar dari WTO. "Jika mereka (WTO) tidak berubah," ujar Trump dalam salah satu wawancaranya. Presiden mengatakan, dia yakin badan perdagangan global terlalu sering menentang AS dalam perselisihan dagang.

Sementara itu, China telah dituding tidak transparan dalam membuka ekonominya seperti yang dilakukannya di bawah naungan WTO. Kedua kekuatan besar ekonomi dunia ini juga telah terlibat dalam perang dagang, dimana masing-masing menerapkan tarif tinggi bea impor senilai miliaran dolar terhadap produk-produk satu sama lain. Mulai dari koper, alat makan, gandum hingga anggur.

Analis sendiri memperingatkan perselisihan AS versus China akan memiliki efek gelombang terhadap ekonomi bagi seluruh dunia. WTO sendiri merupakan jantung dari sistem aturan untuk perdagangan internasional. Bloomberg melaporkan pada bulan September, bahwa Kanada berusaha membentuk aliansi negara-negara yang mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan akan mempertahankannya seiring meningkatnya proteksionisme.

Rencana Kanada yakni fokus pada peningkatan efektivitas sistem pemantauan perdagangan, modernisasi aturan perdagangan, dan memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa. Hubungan AS dan Kanada sendiri cukup tegang dalam beberapa bulan terakhir, ketika keduanya merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, atau saat ini berganti nama menjadi Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Kesepakatan USMCA sendiri pada prinsipnya telah tercapai pada Minggu malam setelah sekitar 14 bulan proses pembicaraan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
3 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
3 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
4 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
4 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
4 jam yang lalu
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved