Rupiah Ditutup Masih Terkapar Saat USD Terus Mendaki

Senin, 08 Oktober 2018 - 16:52 WIB
Rupiah Ditutup Masih...
Rupiah Ditutup Masih Terkapar Saat USD Terus Mendaki
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Senin (27/9/2018) ditutup masih terkapar di kisaran level Rp15.215/USD. Terkaparnya mata uang Indonesia terjadi saat dolar AS terus mendaki untuk menjaga keuntungan dalam dua pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore anjlok sangat dalam ke level Rp15.215/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp15.175/USD. Meski mulai membaik dari sesi Siang tadi, Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp15.175 hingga Rp15.258/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah akhir sesi juga memburuk di posisi Rp15.230/USD untuk terus memperlihatkan sinyal kejatuhan dibandingkan sebelumnya. Posisi ini merosot tajam dibandingkan akhir pekan kemarin.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp15.193/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus terperosok dari posisi perdagangan sebelumnya Rp15.182/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat masih tak berdaya, pada perdagangan spot exchange terjun bebas ke level Rp15.217/USD dibandingkan Jumat, kemarin Rp15.183/USD. Rupiah di perdagangan awal pekan bergerak di kisaran Rp15.188-Rp15.255/USD.

Di sisi lain pada perdagangan hari Senin, dolar mendaki untuk terus naik dan membangun keuntungan pekan lalu mengiringi pelemahan pasar global, dipimpin oleh ekuitas China. Ditambah data AS baru-baru ini kuat mendorong permintaan untuk greenback.

Terhadap enam mata uang utama lainnya, greenback lebih tinggi 0,2% menjadi 95,85 untuk terus merayap menuju posisi tertinggi 14 bulan dari 96,991 pada pertengahan Agustus. Dolar mendaki setengah persen pekan lalu untuk menandai lonjakan pekan kedua beruntun karena hedge fund meningkatkan kepemilikan dolar mereka sebesar USD3,4 miliar menjadi USD28,7 miliar minggu lalu.

Euro turun seperempat persen menjadi 1,15 terhadap USD dan mendekati posisi terendah USD1,1463 atau terburuk sejak 20 Agustus 2018 saat kenaikan imbal hasil obligasi Italia membebani pikiran investor. Poundsterling juga jatuh 0,4% menjadi 1,3077 versus USD karena pasar terfokus pada setiap terobosan substansial dalam negosiasi Brexit untuk membuat Inggris bergerak lebih dekat ke kesepakatan keluar dengan Uni Eropa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
6 menit yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
33 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
54 menit yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
1 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
2 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
2 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved