Jangan Hanya Andalkan Pajak PKB-BBNKB, PAD Nonpajak Harus Dimaksimalkan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 20:40 WIB
Jangan Hanya Andalkan...
Jangan Hanya Andalkan Pajak PKB-BBNKB, PAD Nonpajak Harus Dimaksimalkan
A A A
SEMARANG - Penerimaan daerah Jawa Tengah terbesar hingga kini masih mengandalkan pada sektor pajak, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kalangan legislatif menilai, sektor tersebut tidak bisa diandalkan terus menerus. Pasalnya, produsen atau pemegang merek dagang kendaraan bermotor di Indonesia adalah negara asing alias impor.

Oleh karena itu, anggota Komisi C DPRD Jateng, Muhammad Rodhi mendorong agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah yang bersumber dan dipungut sendiri oleh pemerintah daerah (pemda) harus dimaksimalkan, khususnya di sektor nonpajak.

"Hingga kini PAD masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor (PKB). Sementara kita tidak selamanya bisa mengandalkan dari sektor tersebut," tandas Rodhi dalam Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM Semarang bertemakan PAD nonpajak di Hotel Harris Sentraland Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/10/2018).

Dan menurut dia, tunggakan untuk pajak kendaraan bermotor juga cukup banyak yakni sebesar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

Dia menjelaskan, pemerintah seharusnya mulai lebih serius menggarap PAD dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berdasar Undang-undang nomor 20 tahun 1997 tentang PNBP menyebutkan bahwa sektor ini bisa berasal dari penerimaan yang bersumber dari pengelolaan dana pemerintah, dari pemanfaatan sumber daya alam dan masih banyak lainnya.

"Secara garis besar PAD non pajak dapat dipungut dari retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah," jelasnya.

Rodhi menyatakan, apabila bertumpu pada pajak kendaraan, masyarakat tidak terus menerus menyiapkan infrastruktur untuk kendaraan. "Infrastruktur untuk kendaraan di 2017 menelan Rp2,5 triliun. Padahal kita harus menurunkan. Sehingga kita berupaya untuk meraih PAD dari sektor lain. Seperti pemanfaatan aset daerah yang kita miliki, ada tanah, gedung, tetapi belum dimaksimalkan," pungkasnya.

Sementara, Kepala Badan Perekonomian Jawa Tengah, Budiyanto Eko Purwono menyatakan Pemprov Jateng harus terus berinovasi untuk meningkatkan permodalan. Menurutnya, kreatifitas sangat diperlukan dalam mengoptimalkan sumber pendapatan selain pajak.

"Yang kami dorong sekarang adalah semangat dalam mengoptimalkan sumber pendapatan di luar pajak, contohnya memacu kreatifitas SKPD dengan mengasah jiwa entrepreneur mereka," tegas Budiyanto.

Senada juga disampaikan dosen fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Hardiwinoto. Menurut dia, dengan mengasah kreatifitas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melihat peluang-peluang usaha di Jawa Tengah.

"Harus pintar-pintar melihat peluang, salah satu contohnya pariwisata. Pengembangan pariwisata akan berpengaruh ke perhotelah dan transportasi,” ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan PAD, DPRD...
Tingkatkan PAD, DPRD DKI Usul Pemberian Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
Jelang 2025, Wakil Ketua...
Jelang 2025, Wakil Ketua DPRD Minta Pemda Gencar Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan
Mobil Perusahaan di...
Mobil Perusahaan di Kobar Wajib Pakai Plat Nomor KH Supaya Pajaknya Masuk ke Daerah
Ekonomi Sedang Sulit,...
Ekonomi Sedang Sulit, Anggota DPRD Jabar Dukung Relaksasi Pajak Kendaraan
Aplikasi Alat Perekam...
Aplikasi Alat Perekam Pajak untuk Restoran Bisa Meningkatkan PAD Kobar
Penerimaan Pajak Sulsel...
Penerimaan Pajak Sulsel Tahun 2021 Ditarget Meningkat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved