BI Tegaskan Ekonomi RI Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global

Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:07 WIB
BI Tegaskan Ekonomi...
BI Tegaskan Ekonomi RI Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global
A A A
BALI - Bank Indonesia (BI) menyatakan, ekonomi Indonesia masih stabil dan berdaya tahan. Antara lain tercermin dari pertumbuhan dan inflasi yang baik, serta stabilitas sistem keuangan yang terjaga.
(Baca Juga: Fed Ungkap Ada Risiko Peningkatan Inflasi di Negara Berkembang )
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, mengenai bagaimana Indonesia menyikapi kebijakan bank sentral AS dan kondisi ekonomi global. Hal tersebut disampaikan dalam Forum Bank Sentral yang diselenggarakan secara bersama antara The Fed New York dan BI.

"Indonesia terus tangguh, berdiri dengan baik. Perekonomian kita terus tumbuh dengan sumber pertumbuhan yang lebih luas," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Namun, dengan ekonomi domestik yang terjaga, Indonesia tetap harus memperhatikan pengaruh ekonomi global. Untuk itu, skenario kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia yakni memastikan daya saing pasar keuangan Indonesia agar tetap menarik, dan agar defisit transaksi berjalan tetap terjaga.

"Indonesia bekerja keras dengan pemerintah dan pihak berwenang lainnya dengan fokus pada stabilitas. Pemerintah dan BI telah mengambil langkah serius untuk meminimalkan defisit neraca berjalan," katanya.

Perry menjelaskan, BI selalu hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pendalaman pasar keuangan juga terus dipercepat, agar pasar keuangan Indonesia semakin prospektif.

Selanjutnya, Ia menambahkan bahwa komunitas internasional dapat saling membantu. Komunikasi yang baik dan jelas, termasuk dari Amerika Serikat merupakan salah satu faktor kunci mengurangi ketidakpastian.

Menurutnya, negara-negara ekonomi maju juga perlu senantiasa memahami dampak yang mungkin ditimbulkan kebijakannya bagi ekonomi global. Untuk itu, forum kali ini mengangkat mengenai kebijakan bank sentral menghadapi ketidakpastian global serta mengenai keamanan dan risiko siber bagi bank sentral saat ini.

"Kami telah memperhitungkan efek dari normalisasi. Kami telah memasukkan ini ke dalam kebijakan suku bunga dan nilai tukar kami," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved