Toshiba Dukung Kebutuhan Energi dan Infrastruktur di Indonesia

Kamis, 25 Oktober 2018 - 12:19 WIB
Toshiba Dukung Kebutuhan...
Toshiba Dukung Kebutuhan Energi dan Infrastruktur di Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Toshiba Asia Pacific Indonesia (TAPI) berupaya membawa teknologi pembangkit listrik tenaga uap, panas bumi dan air ke Indonesia untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur di Tanah Air.

Presiden Direktur Toshiba Asia Pacific Indonesia, Fumihiro Okada, mengatakan perseroan telah menjadi pemimpin dalam penyediaan pasokan peralatan pembangkit tenaga listrik di Indonesia dengan mulai beroperasinya pembangkit listrik tenaga air pertamanya secara komersial pada tahun 1975.

"Sejak itu, Toshiba telah membawa teknologi pembangkit listrik tenaga uap, panas bumi dan air ke Indonesia untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur," kata Fumihiro dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menurut Asian Development Bank, Indonesia saat ini menjadi ekonomi terbesar di ASEAN dan yang ke-16 terbesar di dunia. Kapasitas pembangkit listrik Indonesia pada 2025 diperkirakan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2017, dari 50 GW menjadi 106 GW sebagaimana dilaporkan dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2018-2027.

Sesuai dengan kebutuhan listrik Indonesia yang semakin meningkat, Toshiba telah memasok atau menerima pesanan 16 unit turbin uap untuk termal, 42 unit turbin hidraulik dan 5 unit turbin uap panas bumi di seluruh Indonesia, yang berkontribusi terhadap kapasitas gabungan hingga lebih dari 9.5 GW.

Toshiba baru-baru ini telah memperoleh kontrak untuk memasok tiga turbin air 75 MW dan generator untuk proyek pembangkit listrik tenaga air Malea. Ini adalah tambahan pesanan dari dua buah turbin 45 MW dan generator hidro sebelumnya.

"Toshiba berusaha meningkatkan kandungan lokal produk kami agar lebih dekat dengan pelanggan dengan menawarkan layanan pemeliharaan langsung untuk fasilitas pembangkit serta kemitraan dengan perusahaan lokal di Indonesia agar mendukung pertumbuhan negara ini," ujarnya.

Portofolio bisnis TAPI sejak saat itu telah diperluas hingga mencakup transmisi dan distribusi listrik serta solusi infrastruktur seperti transportasi kereta api dan fasilitas gedung yang terkait dengan penerangan, lift, dan pengatur suhu untuk industri.

Pada bulan Agustus 2018, Toshiba menyepakati sebuah nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang implementasi H2Oneā„¢, sistem energi hidrogen luar-jaringan mandiri berdasarkan energi terbarukan dan penggunaan dari hidrogen sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.

Toshiba juga mengakuisisi mayoritas kepemilikan dari PT Envitech Perkasa pada 2011, dan sejak saat itu telah memberikan kontribusi bagi infrastruktur Indonesia dengan menyediakan berbagai solusi pengolahan air di lebih dari 200 proyek, di berbagai sektor industri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTS Terapung Terbesar...
PLTS Terapung Terbesar di Asia Resmi Dibangun
Pembersihan Pembangkit...
Pembersihan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Mengalami Kemunduran
PLN Pastikan Seluruh...
PLN Pastikan Seluruh Sistem Kelistrikan di Indonesia Cukup
Cadangan Thorium Capai...
Cadangan Thorium Capai 130.000 Ton, Indonesia Didorong Kembangkan PLTN
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
MNC Media Tebar Hadiah...
MNC Media Tebar Hadiah di APMF Bali
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
25 menit yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
54 menit yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
1 jam yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved