Ekonomi AS Tumbuh Lebih Cepat di Luar Perkiraan

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 20:12 WIB
Ekonomi AS Tumbuh Lebih...
Ekonomi AS Tumbuh Lebih Cepat di Luar Perkiraan
A A A
NEW YORK - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 3,5% pada kuartal III tahun 2018 secara tahunan, berdasarkan angka resmi yang dirilis. Departemen Perdagangan AS mengatakan, tren penguatan belanja konsumen dan pemerintah membantu mendorong ekonomi.

Namun nilai ekspor yang lebih rendah membebani pertumbuhan, setelah mengalami lonjakan di awal tahun karena perusahaan-perusahaan bergegas melakukan pengiriman untuk menghindari tarif tinggi. Seperti dilansir BBC, kenaikan 3,5% menandai perlambatan dari laju pada kuartal II yakni 4,2% tetapi lebih baik dari perkiraan ekonom dimana ekspansi mencapai 3,3%.

"Pertumbuhan turun sedikit di Q3 dan kami mencari beberapa yang mengalami pelambatan lebih lanjut di kuartal-kuartal mendatang. Ekonomi AS terus tumbuh melebihi level yang dianggap sebagian besar analis sebagai tingkat pertumbuhan potensial jangka panjang," ujar Analis di Wells Fargo.

Ekonomi AS diperkirakan akan tumbuh sekitar 3% pada tahun 2018 dan bakal menjadi level tercepat dalam lebih dari satu dekade. Peningkatan ini terjadi karena angka pengangguran mendekati level terendah dan kebijakan pemerintah, termasuk di antaranya pemotongan pajak USD1,5 triliun dan perluasan anggaran militer, serta pengeluaran untuk bahan bakar.

Pada kuartal ketiga, belanja konsumen tercatat menyumbang lebih dari dua pertiga output atau menunjukkan pertumbuhan pada tingkat tahunan sebesar 4%. Level ini lebih tinggi dari 3,8% yang tercatat di kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, produk domestik bruto pada kuartal ketiga naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Namun laporan Departemen Perdagangan juga memperlihatkan tanda-tanda bahwa kemungkinan pertumbuhan bisa melemah.

Investasi bisnis meningkat secara tahunan kurang dari 1%, sementara belanja perumahan turun 4% pada kuartal ketiga untuk menjadi kotraksi secara berturut-turut. Terpantau ekspor juga turun 7% dalam tiga bulan hingga 30 September, setelah melonjak 13,5% pada periode sebelumnya.

Penurunan ini mengikuti gelombang produk buatan Amerika yang berlaku musim panas ini. Hal itu didorong oleh tarif baru AS pada baja dan aluminium dari luar negeri, serta produk-produk China senilai miliaran dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
23 menit yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
1 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
2 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
4 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved