Harga Minyak Dunia Tergerus di Tengah Tanda-tanda Peningkatan Pasokan

Kamis, 01 November 2018 - 10:17 WIB
Harga Minyak Dunia Tergerus...
Harga Minyak Dunia Tergerus di Tengah Tanda-tanda Peningkatan Pasokan
A A A
BEIJING - Harga minyak mentah dunia jatuh di awal perdagangan, Kamis 1 November 2018 untuk memperpanjang tren kerugian dari sesi sebelumnya. Sentimen datang dari mencuatnya tanda-tanda meningkatnya pasokan dan kekhawatiran melemahnya permintaan dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Seperti dilansir Reuters hari ini, terpantau kontrak minyak Brent untuk Januari kehilangan 44 sen atau setara 0,32% hingga diperdagangkan ke posisi USD74,72 per barel pada pukul 00.54 GMT. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) mengalami kejatuhan sebesar 46 sen menjadi USD65,01 per barel.

Benchmark kedua berada dalam kinerja terburuk secara bulanan atau sejak Juli 2016 pada perdagangan, Rabu kemarin dengan Brent ambruk 8,8% sepanjang bulan Oktober dan WTI merosot hingga 10,9%. Pada hari ini harga minyak dunia terus menetes setelah data administrasi informasi energi AS menunjukkan persediaan minyak mentah naik selama seminggu.

"Persediaan minyak yang terus menguat cemderung memberikan tekanan pada harga minyak," ujar analis ANZ dalam catatannya. Sedangkan survei Reuters memperlihatkan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) mendorong produksi minyak pada bulan Oktober ke posisi tertinggi sejak 2016. Hal itu usai output lebih tinggi yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab dan Libya untuk lebih dari mengimbangi pemotongan ekspor Iran karena sanksi AS yang akan diterapkan mulai 4 November.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pada hari Rabu kemarin dalam sebuah memorandum Presiden bahwa ia telah memutuskan ada cukup pasokan minyak dan petroleum produk dari negara-negara selain. Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kekhawatiran atas prospek perlambatan ekonomi global di tengah-tengah perang dagang AS versus China.

Bruce Xu seorang analis dari Huatai Walls Capital Management mengungkapkan, investor minyak saat ini bertaruh pada potensi perlambatan ekonomi global. Sebelumnya, China melaporkan perlambatan pertumbuhan sektor manufaktur dimana data PMI paling lemah dalam lebih dari dua tahun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
8 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
8 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
8 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
9 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
9 jam yang lalu
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved