Setiap 10.000 Orang di Jabar, 817 Warga Diantaranya Menganggur

Senin, 05 November 2018 - 22:47 WIB
Setiap 10.000 Orang...
Setiap 10.000 Orang di Jabar, 817 Warga Diantaranya Menganggur
A A A
BANDUNG - Sebanyak 1.850.000 orang atau 817 dari 10.000 populasi Jawa Barat masih belum bekerja alias menganggur. Kendati secara jumlah, penduduk menganggur terus berkurang, namun pemerintah perlu mewaspadai mereka yang bekerja paruh waktu atau setengah pengangguran.

Kepala Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Dody Herlando, mengatakan hingga Agustus 2018, dari 22,63 juta orang angkatan kerja (pekerja dan pengangguran) sebanyak 1,85 juta orang masih berstatus belum memiliki pekerjaan.

"Walaupun jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 bertambah 228.310 orang, namun jumlah pengangguran masih 1,85 juta. Artinya, pengangguran belum terlalu terserap maksimal," kata Dody di Kantor BPS Jabar, Jalan PH Mustopa, Kota Bandung, Senin (5/11/2018).

Diakui dia, persaingan mendapatkan pekerjaan di Jawa Barat sangat berat. Misalnya penerimaan PNS pun sudah sangat minim. Oleh karenanya, pemerintah selalu menggalakkan agar para pencari kerja membuka usaha atau menjadi entrepreneur.

Diakui dia, dari 1,85 juta tingkat pengangguran terbuka (TPT), lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran terbesar, yaitu 16,97%. Sementara perguruan tinggi 6,37% dan terendah SD 4,48%. Rendahnya pengangguran lulusan SD karena mereka mau bekerja di mana saja.

Selain angka pengangguran yang masih tinggi, pemerintah juga mestinya mengantisipasi para pekerja yang rawan menjadi pengangguran. Mereka adalah pekerja setengah pengangguran atau paruh waktu. Karena ada sekitar 20% atau 4,40 jutaan warga yang bekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.

"Kita harus tahu bahwa tenaga kerja yang menjadi buruh dan karyawan, mendominasi status pekerjaan. Angkanya mencapai 48,39% atau 10,06 juta orang. Mereka adalah pekerja yang sangat mengandalkan gaji bulanan dan rentan bila ada gejolak," jelas Dody.

Diakui dia, Jawa Barat masih diuntungkan atas keberadaan industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan. Karena, sektor yang paling banyak menyerap lapangan kerja adalah perdagangan 22,24%, industri pengolahan 20,93%, dan pertanian 13%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Sebut 2,14 Juta...
BPS Sebut 2,14 Juta Warga Jawa Barat Menganggur
Catatan Ekonomi Jabar...
Catatan Ekonomi Jabar 2020, BPS Sebut Diwarnai PHK Massal hingga Penurunan Wisman
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Jumlah Pengangguran...
Jumlah Pengangguran di Indonesia Tembus 7,47 Juta Orang
Angka Pengangguran di...
Angka Pengangguran di Indonesia Capai 7,86 Juta Orang, BPS: Masih Tinggi
Masih Ada 7,20 Juta...
Masih Ada 7,20 Juta Pengangguran di Indonesia per Februari 2024, BPS Sebut Turun
Berita Terkini
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
57 menit yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved