Pembiayaan Infrastruktur Vital untuk Bangun Konektivitas

Rabu, 07 November 2018 - 11:53 WIB
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Vital untuk Bangun Konektivitas
A A A
JAKARTA - Inovasi pembiayaan infrastruktur amat dibutuhkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur transportasi yang dibutuhkan guna menjamin konektivitas di seluruh Indonesia.

Tanpa alternatif pembiayaan yang kreatif dan inovatif, percepatan pembangunan infrastruktur transportasi sulit dilakukan. Hal itu mengemuka dalam Forum Perhubungan yang digelar MNC Group dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini.
Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan prioritas pada percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur transportasi.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasongko mengatakan, pembangunan infrastruktur, terutama transportasi dianggap sebagai kebijakan vital bagi pemerintah. Sebab, bukan hanya membuka akses sarana transportasi dan meningkatkan konektivitas, keberadaan infrastruktur transportasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi ini kita ingin membangun infrastruktur seperti pelabuhan, stasiun dan bandar udara juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang terhubung dengan mudah antarwilayah. Pembangunan infrastruktur transportasi yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah adalah Indonesia sentris," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Pemimpin Umum KORAN SINDO dan SINDOnews Sururi Alfaruq menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia menunjukkan komitmen Presiden Jokowi dalam menyetarakan pembangunan di seluruh Nusantara.

"Tidak hanya di Pulau Jawa, selama empat tahun pemerintahan berjalan, berbagai infrastruktur juga dibangun di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan terhadap negara lain dan untuk membangun konektivitas antardaerah sekaligus mempermudah arus distribusi," tuturnya.

Mengenai skema pembiayaan, sejak 2017 pemerintah telah merancang beragam skema pembiayaan di luar APBN untuk menunjang pembangunan infrastruktur yang disebut Pembiayaaan lnvestasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).

Skema pembiayaan seperti PINA dibutuhkan untuk mempercepat penyediaan infrastruktur serta mengurangi beban APBN yang selama ini terbatas untuk mendorong pembangunan.

Karena itu, jelas Faruq, MNC group bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar Forum Perhubungan bertema "Pembiayaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur Transportasi Indonesia" ini guna mengeskplorasi lebih jauh kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Terkait dengan itu, acara ini menghadirkan para pembicara yang berkompeten antara lain Farid Arif Wibowo (Kepala Subdirektorat Persetujuan Dukungan Pemerintah Kementerian Keuangan), Armand Hermawan (Dirut PT Penjamin Infrastruktur Indonesia Persero), serta I Gede Pasek Suardika (Kepala Biro Perencanaan Kemenhub).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenhub: Jokowi Banyak...
Kemenhub: Jokowi Banyak Bangun Infrastruktur Transportasi
Menhub Ajak Swasta UEA...
Menhub Ajak Swasta UEA Garap Infrastruktur Transportasi RI
Kemenhub Siap Bangun...
Kemenhub Siap Bangun Transportasi Dukung Kawasan Industri Batang
AMMDI Ingatkan Kemenhub...
AMMDI Ingatkan Kemenhub Bangun Ekosistem Transportasi dan Infrastruktur Terencana
Kemampuan APBN Terbatas,...
Kemampuan APBN Terbatas, Kemenhub Tambah 4 Badan Layanan Umum
Dapat Jatah Rp32,93...
Dapat Jatah Rp32,93 Triliun, Menhub Susun Strategi Bangun Infrastruktur Transportasi
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
20 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved