Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Rupiah, Pemerintah Butuh Strategi Ini

Jum'at, 09 November 2018 - 00:14 WIB
Jaga Pertumbuhan Ekonomi...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Rupiah, Pemerintah Butuh Strategi Ini
A A A
JAKARTA - Menjaga pertumbuhan ekonomi dan penguatan nilai tukar dinilai membutuhkan strategi dan langkah yang tepat. Pemerintah disarankan terus berupaya menekan rasio CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) atau DTB ke kisaran 1,9 hingga 2,0% terhadap PDB.

Selain itu juga harus diupayakan menekan defisit neraca perdagangan menjadi lebih rendah. "Lebih bagus lagi apabila bisa surplus. Caranya dorong ekspor sebesar besarnya dan kurangi impor terutama barang barang konsumtif,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BNI Kiryanto di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia juga menambahkan, Bank Indonesia atau BI juga perlu menjaga arah kebijakan moneter yang relatif hawkish dengan spirit menjaga stabilitas ekonomi sebagai tujuan utama. Tapi juga tetap memberikan ruang untuk ekonomi bertumbuh secara berkesinambungan. Tingkat serapan belanja pemerintah pusat dan daerah harus didorong untuk mengimbangi konsumsi rumah tangga yang tumbuh di atas 5%.

“Belanja pemerintah menjadi stimulus ekonomi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran 5,1-5,2% di 2018 ini. Jika upaya-upaya tersebut dilakukan konsisten, kurs nilai tukar bisa menguat dan stabil di kisaran Rp 14.500-Rp 14.800 per USD hingga akhir tahun dan di 2019,” ujarnya.

Sementara Pengamat Ekonomi UGM Muhammad Eddy menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 5.17% masih bisa didorong lebih tinggi lagi dengan dorongan digital. Pemerintahan Jokowi harus konsisten mendorong digitalisasi di seluruh sektor ekonomi. "Tanpa digitalisasi, mustahil mencapai janji kampanye 7%," ujar Eddy.

Digitalisasi yang terkait dengan otomatisasi dan efisiensi sistem birokrasi menjadi syarat mutlak naiknya nilai tambah mesin birokrasi mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya digitalisasi juga harus melibatkan sebanyak mungkin stakeholder pelaku bisnis yang berkolaborasi dan terhubung langsung kepada regulator. "Dengan model bisnis baru ini niscaya dorongan sistem akan mempercepat laju ekonomi," terang dia.

Dan yang terakhir adalah benteng peningkatan kualitas generasi muda di universitas-universitas harus dipersenjatai dengan ilmu, sains, dan keahlian digital terutama yang terkait dengan teknologi machine learning, big-data analytics, blockchain, artificial intelligence dan simulasi dengan virtual reality. "Dengan penguasaan teknologi tinggi, Indonesia akan melompat jauh," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
41 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved