Meikarta Berperan Kurangi Beban Kota Jakarta

Rabu, 14 November 2018 - 18:20 WIB
Meikarta Berperan Kurangi...
Meikarta Berperan Kurangi Beban Kota Jakarta
A A A
JAKARTA - Beban Kota Jakarta dinilai sudah sangat berat. Selain sebagai ibu kota negara, Jakarta juga dijadikan pusat kegiatan ekonomi yang membuat jutaan orang datang untuk mengais rezeki. Akibatnya muncul beragam persoalan perkotaan, utamanya masalah permukiman.

Maka guna mengurangi beban Jakarta, dibutuhkan daerah-daerah penyangga yang berfungsi sebagai penyeimbang. Ini penting agar Jakarta tidak terlalu padat sehingga meminimalisir persoalan-persoalan turunan lainnya.

“Kota penyangga itu kita menyebutnya hinterland. Kalau boleh dianalogikan, itu seperti pembantu rumah tangga, sangat dibutuhkan untuk kestabilan sebuah rumah tangga,” kata Pakar perencanaan wilayah dan kota dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Ina Helena Agustina, Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, kebutuhan permukiman untuk kota sebesar Jakarta mau tidak mau memang harus didukung oleh hinterland. Karena itu, lalu muncul kota-kota baru di daerah penyangga yang mengusung konsep new town. Wilayah permukiman ini biasanya memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, lembaga pendidikan, hingga rumah sakit.

Dengan konsep ini semestinya new town dapat mengurangi beban di kota inti karena orang tinggal, bekerja, dan menjalankan aktivitas di satu kawasan tersebut. Namun di Indonesia, kata Helena, tidak ada yang murni berperan seperti new town ini. Orang-orang yang tinggal di hinterland umumnya tetap bekerja di kota inti. Begitu pun yang tampak di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya.

“Karena itu, si hinterland (daerah penyangga) ini harus dikoneksikan dengan si kota inti (Jakarta) dengan transportasi yang baik, nyaman, dan aman. Bukan sekadar jaringan infrastruktur jalan, tapi moda transportasi publiknya harus dirancang seperti itu,” terang dia

Hal inilah yang menjadi dasar pembangunan Meikarta, kawasan permukiman baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Meikarta yang berada di hinterland terkoneksi langsung dengan Jakarta sebagai kota inti. Ada beberapa infrastruktur yang mendukung transportasi di wilayah Meikarta.

Antara lain light rail transit (LRT) koridor Cawang-Bekasi Timur-Cikarang, jalan tol layang Jakarta-Cikampek, dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain LRT, transportasi ke Cikarang akan semakin lancar dengan dibangunnya mass rapid transit (MRT) dari Bekasi hingga Cikarang. “Dia (Meikarta) sangat mem-backup Jakarta dan dekat dengan kawasan industry,” paparnya.

Keberadaan fasilitas permukiman di kota penyangga juga harus lengkap. Di sebuah kawasan permukiman harus ada sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan pelayanan publik lain karena para penghuninya tidak mungkin terus-menerus mengaksesnya ke kota inti.

Pun demikian dengan Meikarta. Selain hunian, di kawasan permukiman seluas 500 hektare tersebut juga dibangun sejumlah fasilitas. Di antaranya, rumah sakit, lembaga pendidikan dari SD hingga universitas, central park, pusat perbelanjaan, hotel bintang lima, perpustakaan, gedung pertunjukan, serta pusat kesenian dan hiburan. Dengan banyaknya fasilitas yang dimiliki, warga Meikarta tidak perlu jauh-jauh keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan keperluan lain.

Terpisah, pengamat properti Anton Sitorus meminta pembangunan proyek Meikarta hendaknya tidak dilihat hanya pada masalah hukum yang kini membelitnya. Bagi Anton, ada banyak sisi positif dari proyek tersebut.

Paling tidak, dari satu segi Meikarta menjadi salah satu solusi dari kebutuhan pemerintah menghadapi kekurangan suplai perumahan untuk masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. “Proyek semacam ini (Meikarta) kan bukan proyek menara gading. Bukan hanya untuk kalangan tertentu, kalangan atas, tapi juga buat kalangan bawah," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meikarta Kebut 28 Tower...
Meikarta Kebut 28 Tower Hunian Dalam 8 Bulan
Penampakan Proyek Pembangunan...
Penampakan Proyek Pembangunan Apartemen Meikarta
Dipimpin Dasco, Anggota...
Dipimpin Dasco, Anggota DPR Turun Gunung Cek Kisruh Meikarta
Tatap PON 2024, Ribuan...
Tatap PON 2024, Ribuan Atlet Sepatu Roda Ramaikan Kejuaraan Nasional di Central Park Meikarta
DPR dengarkan Curhat...
DPR dengarkan Curhat Korban Meikarta
Meikarta Kebut Pembangunan...
Meikarta Kebut Pembangunan Gedung Perawatan Covid-19 di RS Siloam
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
3 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
4 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
4 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
4 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
4 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved