Pemilu 2019, Bisnis Percetakan Bakal Banjir Proyek Triliunan Rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 01:33 WIB
Pemilu 2019, Bisnis...
Pemilu 2019, Bisnis Percetakan Bakal Banjir Proyek Triliunan Rupiah
A A A
BANDUNG - Pemilihan umum (Pemilu) presiden/wakil presiden dan legislatif pada 2019 mendatang diyakini bakal meningkatkan bisnis percetakan. Proyek senilai triliunan rupiah dipastikan bakal terjadi pada sektor ini.

Bisnis percetakan di Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya Pertumbuhan penerbitan meningkat 14.9% (2017), industri packaging naik 13,2% dan periklanan naik 12,1%. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jabar Dedy Firmansyah mengatakan, akhir tahun 2018 hingga awal 2019 bisnis percetakan dipastikan bakal menerima banyak order pemilu.

Diperkirakan bakal ada 1 miliar lembar cetakan yang bakal dipesan. Pesanan dalam bentuk kartu suara, media kampanye legislatif dan pilpres, serta pemesanan kaus partai. “November 2018 hingga Maret 2019 percetakan bakal panen. Ada sekitar 1 miliar cetakan. Itu hikmah. Kami berharap, di Jabar akan banyak yang mendapat order ini,” jelas Dedy pada acara Roadshow Seminar Prospek Bisnis Cetak Digital Kreatif di Indonesia di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (14/11).

Anggota PPGI Jabar, kata dia, saat ini sudah mulai melakukan persiapan untuk mengikuti sejumlah proyek pemilu. Misalnya membuat konsorsium yang anggotanya pengusaha percetakan untuk mengikuti lelang di LPSE.

Potensi bisnis percetakan, diperkirakan akan terus meningkatkan. Sejumlah data menyebut, potensi sektor fesyen diperkirakan mencapai Rp216 triliun. Dari potensi itu, sektor percetakan diperkirakan akan terimbas. Banyak fesyen yang memanfaatkan grafika sebagai elemen pendukung.

Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Grafika dan Informatika Bambang Rohyadi mengatakan, perkembangan digital sangat tinggi di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi pengusaha. Namun untuk menghadapi itu, kuncinya adalah inisiatif, kolaborasi, dan kreatif.

“Kita selalu fokus menciptakan wirausaha baru. Bagaimana sektor ini juga bisa menciptakan wirausaha baru. Apalagi, sebenarnya potensi grafika di Jabar sangat tinggi. Ini tulang punggung percetakan. 800 percetakan ada di Jabar, belum termasuk pemula,” kata dia.

Sementara itu, seminar yang menghadirkan para pengusaha percetakan di Jabar ini digelar untuk edukasi masyarakat. PT Kreasinusa selaku penyedia solusi bisnis cetak digital sublimasi dengan merek printer Primejet hadir untuk memberikan solusi cerdas bisnis cetak digital kreatif sublimasi di Indonesia.

Percetakan sublimasi adalah teknologi cetak dengan menggunakan tinta yang sensitif panas. Tinta ini berubah menjadi gas dibawah pengaruh panas di atas beragam media. Media yang paling umum digunakan adalah Polyester.

“Bisnis cetak kreatif sublimasi memiliki pasar yang luas dan banyak dibutuhkan terutama di era transformasi dan pesta demokrasi saat ini. Dengan teknologi sublimasi, banyak aplikasi dan produk kreatif yang bisa diciptakan. Seperti untuk produk fashion, apparel, interior, hingga industri kreatif gift and souvenirs. Peluangnya masih besar dan akan terus berkembang," terang ahli cetak digital kreatif di Indonesia Rudy Dermawan Muliadi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
1.502 Penyandang ODGJ...
1.502 Penyandang ODGJ di Karawang Bakal Ikut Pemilu 2024
5 Bentuk Kecurangan...
5 Bentuk Kecurangan yang Diduga Terjadi di Pemilu 2024
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
Aksi Menolak Pemilu...
Aksi Menolak Pemilu Curang di Depan Gedung DPR
Uji Publik Partisipasi...
Uji Publik Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum
Berita Terkini
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
17 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
59 menit yang lalu
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
2 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
2 jam yang lalu
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
3 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
3 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved