Kebijakan Tepat Hasilkan Kesejahteraan Petani Hingga Tekan Inflasi

Rabu, 14 November 2018 - 22:18 WIB
Kebijakan Tepat Hasilkan...
Kebijakan Tepat Hasilkan Kesejahteraan Petani Hingga Tekan Inflasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah kebijakan dan program terobosan yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) selama empat tahun terakhir, dinilai tidak hanya efektif meningkatkan produksi hampir semua komoditas pangan strategis. Tetapi juga berhasil mewujudkan kesejahteraan petani, hingga menekan angka inflasi terendah sepanjang sejarah.

Kepala Pusat Data Pertanian Ketut Kariyasa menuturkan, stabilnya harga pangan terutama pada hari besar keagamaan maupun tahun baru selama dua tahun terakhir, menjadikan pertanian sebagai sektor yang sangat berkontribusi dalam mengendalikan inflasi. Lebih lanjut Ia merinci tahun 2013 inflasi bahan makanan masih diangka 11,35% hanya dalam 3 tahun.

Tepatnya Tahun 2017 inflasi turun drastis hingga mencapai level terendahnya yakni 1,26% dimana angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi umum 3,61%. “Penurunan Inflasi 2013 hingga 2017 jika di akumulasikan mencapai 88,9%, penurunan ini terjadi karena keberhasilan pemerintah dalam menentukan program peningkatan produksi dalam negeri, dan ini sejarah baru inflasi bahan makanan lebih rendah dari inflasi umum,” terang Ketut.

Inflasi menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan harga pangan, hal ini sekaligus menggambarkan kebijakan yang tepat mampu menghasilkan kinerja yang tepat, seperti peningkatan produksi dan jaminan atas ketersediaan pangan di tengah tantangan peningkatan penduduk yang signifikan setiap tahunnya.

Ketepatan pemerintah dalam menentukan program dan kebijakan pembangunan pertanian, juga tercermin melalui peningkatanan kesejahteraan petani, terlihat dari Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data BPS yang dirilis secara nasional, NTUP tahun 2014 sebesar 106,05, 2015 menjadi 107,44, meningkat di tahun 2015 menjadi 109,83, Tahun 2017 dan 2018 sampai Bulan September juga membaik masing masing menjadi 110,03 dan 111,77. “Kenaikan NTUP ini menunjukkan betapa kesejahteraan petani membaik, NTUP lebih mencerminkan kelayakan usaha tani,” kata Ketut.

Membaiknya kesejahteraan petani juga didukung dengan menurunya jumlah penduduk miskin di perdesaan secara konsisten, baik secara absolut maupun presentase. “Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 17,94 juta jiwa atau 14,21%, dan pada Maret 2016 turun menjadi 17,67 juta jiwa atau 14,11%, dan pada bulan yang sama di 2017 turun lagi menjadi 13,93% atau 17,09 juta jiwa, dan Maret 2018 kembali turun menjadi 13,47 % atau 15,81 juta jiwa,” jelas Ketut.

Sejak 2015, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai program yang dapat mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan petani, termasuk mengalokasikan anggaran hingga 85% ditahun 2018 untuk sarana produksi pertanian, seperti perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan benih unggul, subisdi pupuk, perluasan areal tanam, serta bantuan lainnya yang dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kostratani Dirindukan...
Kostratani Dirindukan Petani Cirebon
Amankan Stok Pangan...
Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam
Petani Bone Terus Menanam...
Petani Bone Terus Menanam saat Pandemi Covid-19
Pengamat Indef: Kebijakan...
Pengamat Indef: Kebijakan Kementan Fokus Bantu Petani Tepat
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh di Manggarai Barat Dibekali Pentingnya Pemupukan Berimbang
Petani Bireun Diajarkan...
Petani Bireun Diajarkan Cara Kelola Keuangan
Berita Terkini
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
20 menit yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
54 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
1 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
1 jam yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved